Duet Apriyani/Fadia jadi andalan Indonesia untuk merebut gelar juara di Kejuaraan Dunia 2023. Namun, penampilan mereka yang merosot tajam di beberapa turnamen belakangan jadi sorotan publik.
Sebagai misal, di Australia Terbuka awal Agustus lalu, Apri/Fadia tumbang di babak 16 besar setelah takluk dari ganda Thailand, Benyapa Aimsaard/Nuntakarn Aimsaard. Lalu sebelumnya di Jepang Terbuka 2023, Apri/Fadia langsung tumbang di babak pertama dari duet Jepang, Nami Matsuyama-Chiharu Shida.
Dari 10 turnamen Super Series yang diikuti pada 2023, pencapaian terbaik "Pri-Fad" terjadi di Malaysia Terbuka dan Swiss Terbuka. Di kedua turnamen itu, mereka mampu mencapai semifinal. Itu pun tercapai pada Januari dan Maret silam.
Eng Hian pun meminta Apri/Fadia untuk tidak terjebak dalam penurunan performa yang cukup drastis. Eng Hian berharap anak asuhnya itu bisa bermain normal, yaitu menerapkan apa dilakukan saat latihan ketika bertanding menghadapi lawan di lapangan.
![Apriyani dan Siti Fadia [djarumbadminton.com]](https://media.suara.com/suara-partners/sukabumi/thumbs/1200x675/2023/08/18/1-apri-fadia.jpg)
Permainan normal yang dimaksud Eng Hian adalah, Apri/Fadia diminta untuk bermain agresif, juga punya pertahanan solid yang jadi ciri khas juara Singapura Terbuka 2022 itu.
"Selama bisa bermain normal dan bisa mengeluarkan kemampuan terbaik, Apri/Fadia saya harapkan bisa melangkah lebih jauh," ujar Eng Hian dalam siaran pers PBSI, dikutip dari bolasport.com.
Eng Hian berharap Apri/Fadia bisa tampil mengejutkan seperti saat awal berpasangan. Dengan permainan cepat dan pertahanan kokoh, Apri/Fadia bahkan dapat julukan "Minionwati" karena gaya permainan yang mirip dengan The Minions, yaitu Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon.
Eng Hian igin Kejuaraan Dunia 2023 jadi momen kebangkitan bagi Apri/Fadia.
"Semua lawan juga pernah mereka kalahkan. Jadi, tidak perlu ada yang ditakuti," tambah Eng Hian.
Baca Juga: Jokowi Merespons Kritik PDIP Soal Program Food Estate: Tak Semudah Yang Dibayangkan
Kejuraan Dunia BWF 2023 akan dilaksanakan di Kopenhagen, Denmark pada 21-27 Agustus 2023. Apri/Fadia yang merupakan unggulan ke-11 akan melawan pemenang laga antara Debora Jille/Cheryl Seinen (Belanda) kontra Ashwini Bhat/Shikha Gautam (India) di babak 32 besar.