KEMERDEKAAN DAN KURIKULUM MERDEKA

Sukabumi Suara.Com
Selasa, 22 Agustus 2023 | 08:34 WIB
KEMERDEKAAN DAN KURIKULUM MERDEKA
Pendiri Alhaya Center Sudarjat, S.Pd.I, M.Pd (Dok. Penulis)

Kita masih menemukan anak-anak yang mati rasa ingin bertanya nya, mati kekritisan nya, mati keinginannya untuk mencoba, dikarenakan ketakutan, takut salah. Ini disebabkan karena pengalaman mereka. Guru tidak memberikan support, guru tidak memberikan dorongan kepada mereka untuk terus melakukan pengembangan dirinya. Kita jarang sekali menemukan di sekolah-sekolah, bagaimana mereka mengembangkan ide-idenya. Sebagian besar ide-ide yang lahir dan dilaksanakan di sekolah, mayoritas bukan dari anak-anak, dari guru atau lembaga. Sehingga apa yang terjadi? Anak-anak hanya menjadi orang yang melaksanakan, bukan memikirkan, bukan merencanakan. 

Ciri manusia merdeka adalah mereka mampu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi apa yang mereka rencanakan sendiri.inilah yang terjadi dalam dunia pendidikan Indonesia saat ini. 

Kurikulum berbasis kompetensi seharusnya pendidikan itu dilakukan dengan pendekatan untuk mengembangkan kompetensi, tetapi yang terjadi kebanyakan guru-guru kita tetap melakukan pendekatan pembelajaran dengan pendekatan materi, bukan fokus pada kompetensinya. Permasalahan ini terjadi karena rendahnya guru-guru Indonesia dalam membaca regulasi tentang pendidikan.

Kurikulum berbasis kompetensi selaras dengan empat pilar pendidikan dunia learning to know,  learning to do, learning to be, learning to Life together. Pendidikan Indonesia saat ini masih berfungsi untuk learning to know, padahal anak-nakal harus learning to do, learning to be, belajar untuk melakukan, belajar untuk menjadi. Belajar menjadi apapun yang mereka cita-citakan di sekolah. 

Jika mereka bercita-cita untuk menjadi polisi, maka mereka belajar menjadi polisi di sekolah. Bercita-cita jadi dokter, maka mereka belajar jadi dokter di sekolah. Mau jadi guru, belajar jadi guru di sekolah. Belajar menjadi politisi, peneliti, pedagang, pengusaha, mereka belajar menjadi apa yang dicita-citakan di sekolah. Inilah yang dimaksud pembelajaran bermakna. Inilah esensi dari kurikulum merdeka, sekolah menjadi tempat persemaian benih-benih kebudayaan. 

*Guru PAI SMAN 1 Cijeruk Kabupaten Bogor, Pengasuh Pesantren Online dan Kelas Online Alhayacenter

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI