Sukabumi.suara.com – Pesinetron Amanda Manopo terlihat meninggalkan Gedung Awaloedin Djamin, Senin (2//9/2023) jam 9 malam.
Dimana dirinya baru saja memberikan keterangan ke penyidik Bareskrim Polri atas dugaan ikut mempromosikan judi online.
Amanda diperiksa di Bareskrim Polri selama 10 jam, dan diperkirakan Amanda sudah datang dari pagi.
Amanda Manopo tidak datang sendirian, ia datang bersama manajer dan tim pengacara yang mendampingi untuk memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri
Ia mengaku kecewa lantaran telah menerima endorse situs judi online tersebut.
Menurutnya bayaran yang diberikan tidak sebanding dengan namanya yang ikut terseret dalam kasus judi online.
"Fee-nya kalau tahu juga ya Allah. Tanya aja sama kuasa hukum dan manajer saya," kata Amanda.
Sementara itu Ina Rachman selaku pengacara Amanda Manopo mengatakan kliennya mendapatkan bayaran sebesar Rp16 juta untuk mempromosikan situs judi online tersebut.
"Manda cuma dibayar Rp16 juta. (Bayaran Rp16 juta) bukan dari permainan itu tapi dari endorse bikin video mentah itu. Manda itu bikin video disuruh pakai kaus dan dibaca skrip dan ya udah video biasa," papar Ina.
"Cuma diunggah di Instagram Stories saat pandemi itu," lanjutnya.
Ina menambahkan Amanda Manopo tidak lagi memeriksa soal proyek endorse tersebut lantaran telah menyerahkan seluruh pekerjaannya kepada sang manajer.
"Jadi pada saat Manda ditawari project itu, itu lewat manajernya, Ricco, itu katanya game online, jadi bukan judi online. Jadi Manda tidak tahu sama sekali. Manda juga tidak memfilter karena dia kan sudah ada manajer jadi ketika manajer melempar ke Manda otomatis Ricco sudah meneliti apakah pekerjaan itu layak diambil atau tidak," jelas pengacara Amanda Manopo.