Bencana gempa di Cianjur, Jawa Barat mengundang keprihatinan banyak pihak, terutama masyarakat Indonesia. Keprihatinan juga mengundang sosok Habib Bahar bin Smith guna memberikan empati kepada para korban.
Belum lama ini, Habib muda berdarah Manado tersebut menggelar ceramah di lokasi gempa tersebut. Namun kemudian banyak publik yang memujinya karena berceramah lebih tenang alias kalem.
Seperti ceramah yang muncul di kanal YouTube miliknya, sang habib bukan hanya memberikan dukungan dengan menggelar pengajian, namun juga mengharapkan para korban mengambil hikmah dari musibah tersebut.
Seperti ini isi ceramah Habib Bahar bin Smith yang diawali dengan ucapan syukur, menggerakkan hati guna mendatangi lokasi gempa.
"Walaupun kami dalam keadaan sakit, akan tetapi rasa sakit yang dialami saudara saudara kami yang dari cianjur lebih berat dari pada sakit yang kami alami."
“Alhamdulillah, tidak direncanakan akan tetapi Allah SWT lah yang menggerakan hati kami, sehingga hati tersebut menggerakkan langkah langkah kaki kami dari pondok pesantren kami menuju ke tempat ini."
"Sehingga sebagai seorang mukmin yang mengikuti Nabi Muhammad, maka rasa sakit yang dirasakan oleh saudara saudara kami yang dari cianjur, itupun merupakan bagian dari pada rasa sakit kami."
"Sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW : perumpamaan seorang mukmin dalam saling mencintai, di dalam saling menyayangi, di dalam saling tolong menolong, di dalam saling membantu, itu perumpamaan satu badan."
"Apabila ada sebagian dari pada anggota tubuh yang merasakan sakit, maka seluruh anggota tubuhnya akan merasakan sakit. Begitulah perumpamaan seorang mukmin,” ungkap Habib Bahar dalam ceramahnya.
Baca Juga: Orang Tua Calon Mahasiswa Setor Uang, Karomani Sebut bukan Suap tapi Infak
Habib yang terkenal kritis terhadap pemerintahan tersebut menggambarkan bahwa penderitaan warga Cianjur yang terkena gempa, adalah penderitaan semua umat mukmin.
Di ujung ceramahnya, beliau memberitahukan bila ada orang non muslim yang ikut menyumbang, maka hukumnya boleh diterima, selama tidak mengangsur penyelewengan aqidah.
Ungkapan beliau atas rasa terima kasihnya pada FPI yang selalu terdepan dalam setiap bencana.