Suara Sumatera - Utusan Khusus AS (Amerika Serikat) untuk memajukan hak asasi manusia (HAM) LGBTQI+ Jessica Stern rencananya akan melakukan kunjungan ke Indonesia.
Rencana tersebut banyak mendapat penolakan baik dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hingga ormas Islam.
Terbaru, pemerintah AS membatalkan kunjungan Utusan Khusus untuk Memajukan Hak Asasi Manusia untuk Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Queer dan Interseks (LGBTQI+) ke Indonesia.
"Setelah berdiskusi dengan rekan-rekan kami di Pemerintah Indonesia, kami telah memutuskan untuk membatalkan kunjungan Utusan Khusus Stern ke Indonesia," kata Duta Besar As untuk Indonesia Sung Kim melansir Antara, Minggu (4/12/2022).
Sung Kim menekankan bahwa demokrasi, keragaman, dan toleransi menjadi bagian dari alasan kuatnya hubungan AS dengan Indonesia.
Diberitakan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan rencana perjalanan Stern ke Vietnam, Filipina, dan Indonesia melalui situs resminya.
Selama kunjungannya disebut bahwa Jessica Stern bakal bertemu dengan pejabat pemerintah dan perwakilan masyarakat sipil untuk mendiskusikan hak asasi manusia, termasuk memajukan hak orang-orang LGBTQI+.
Hal tersebut menimbulkan protes di Indonesia, dengan penolakan dari MUI, PBNU dan ormas Islam lainnya.
Jessica Stern ditunjuk langsung oleh Presiden Joe Biden untuk mengawasi implementasi Memorandum Presiden 4 Februari 2021 tentang Memajukan Hak Asasi Manusia LGBTQI+ di seluruh dunia.
Baca Juga: Lokasi Safari Anies Baswedan di Aceh Dilempar Telur Busuk, Kuat Dugaan Orang Bayaran