Komika Soleh Solihun ternyata pernah berkeyakinan musik itu haram. Ini terjadi di saat mantan wartawan Rolling Stones ini masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).
Kisah ini diungkapkan Soleh Solihun saat tampil di YouTube Vindes. Awalnya Desta bertanya mengenai musik Punk yang disuka Soleh.
Menurut Soleh Solihun, musik Punk pertama yang didengar adalah dari grup Sex Pistols saat sekolah menengah atas (SMA). Namun ia tak terlalu suka.
Grup band Punk yang Soleh suka adalah Ramones, grup band punk asal Amerika Serikat. Namun Soleh mengaku termasuk telat mendengarkan band yang tenar di tahun 70-an.
"Gua telat dengarnya tahun 1999. Kan gua dulu menganggap musik haram," kata Soleh Solihun.
Keyakinan musik itu haram tertanam di otak Soleh Solihun gara-gara mengikuti pesantren kilat selama satu bulan saat SMA.
"Di pesantren itu bilang musik haram kecuali bunyi-bunyian yang dikeluarkan suara laki-laki atau alat musik dari kulit binatang," ujar Soleh.
Doktrin musik haram itu tertanam hingga Soleh tidak mau mendengarkan musik. Pernah saat kelas 1 SMP, ia menolak tawaran teman-temannya yang meminta mendengarkan musik-musik metal.
"Gua kan dulu SMP kelas 1, mau dengerin lagu, temen gua bawa kaset GNR yang baru, Metallica apa yang metal-metal. Haram-haram," papar Soleh sambil menutup kuping.
Baca Juga: Update! Harga HP Oppo Terlengkap Desember 2022, Ganti Ponsel Jelang Natal
Keyakinan musik itu haram mulai luntur ketika Soleh Solihun mulai mendengarkan Iwan Fals. Dari situ, Soleh mulai mendengarkan musik yaitu Iwan Fals.
"Akhirnya gua mengambil jalan tengahnya dengan pas gua dengar Iwan Fals kelas 1 SMP. Iwan Fals muslim, kayanya Allah ga akan terlalu marah deh. Makanya gua cuma dengerin Iwan Fals sama Slank," tuturnya.
Masuk bangku kuliah, gairah Soleh Solihun mendengarkan musik makin membuncah hingga akhirnya ia tidak lagi memegang prinsip musik itu haram.
"Begitu kuliah uda mulai luntur. Ga peduli haram juga, yang penting enak," tutur Soleh.