Suara Sumatera - Denise Chariesta mengakui mengalami karma atas pengakuan perselingkuhan selama 4 tahun terakhir bersama pria RD yang disebut berstatus suami orang lain.
Karma menjadi simpanan pria beristri ini pun disebut sudah dirasakan sekarang, beberapa di antaranya makin dihujat publik sekaligus dijauhi para artis. Meski demikian selebgram ini mengaku jika karma pada saat ini lebih baik dibandingkan harus menerima karma di usia 70 tahun.
"Daripada terungkapnya nanti, udah lama, 10 tahun 30 tahun kemudian, mending gue ungkap sekarang. Kalau gue ungkap pas umur 70an dan nenek-nenek gimana?" lanjutnya.
Dia mengungkapkan karma tersebut lebih baik terungkap sekarang, karena perbuatan buruk meski akan terungkap nantinya.
"Karmanya banyak lah, kalau misal gue ungkapkan sekarang. Tapi gue mending dapat karma sekarang daripada nanti, makanya gue ngungkapin sekarang aja, karena bangkai sedalam apapun bakal kecium juga," kata Denise di unggahannya, Kamis (8/12/2022).
Denise Chariesta memilih untuk mengungkap semua aib perselingkuhan sekarang, karena merasa masih banyak orang yang bersedia apa adanya.
"Mending gue ungkap sekarang pas gue masih 30 terus masih banyak yang pengen terima gue, karena kalau gue udah nenek-nenek, mau keungkap gue umur 70 gimana? Gue diceraikan," ujar Denise.
![Ilustrasi Denise Chariesta. Denise Chariesta jalani prosesi melukat di Bali. [Suara.com]](https://media.suara.com/suara-partners/sumatera/thumbs/1200x675/2022/12/02/1-eelelele.jpg)
Sementara jika mengungkapkan perselingkuhan kekinian, maka ia akan menemukan pria yang bersedia menerima ia pada adanya.
"Gue ungkap sekarang, banyak yang masih mau terima gue apa adanya. Kalau misalkan nggak ada yang mau terima gue apa adanya, gue ke Zimbabwe cari orang yang nggak ngerti bahasa Indonesia. Susah amat sih, jodoh di tangan Tuhan," imbuhnya sambil terkekeh.
Baca Juga: Saham GOTO Ambyar, Dalih Perusahaan Bikin Geleng-geleng Kepala
Belum lama ini, Ayu Dewi pun memamerkan kebersamaan dengan suami di Bali. Dia mengunggah Instagram story mengutip ayat dari Ar Rahman, "Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban." Ayat tersebut memiliki arti, "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
Ayat ini ungkapan bentuk syukur atas apa yang telah dinikmati kekinian.