Suara Sumatera - Rangkaian pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono sudah dimulai dengan gelaran siraman. Sebelum siraman keluarga calon istri Kaesang ini pun menggelar pengajian.
Pembacaan surat suci Al Quran dan pengajian digelar menjelang siraman. Prosesi siraman berlangsung di rumah masing-masing mempelai.
Kaesang Pangarep dan Erina juga dikabarkan melakukan siraman menggunakan 7 sumber mata air berbeda.
Tak jauh beda dengan Kaesang Pangarep, Erina Gudono siraman menggunakan 7 sumber mata air yang di sejumlah tempat.
Adapun ketujuh sumber air tersebut di antaranya Masjid Panepen Kraton Yogyakarta, Pura Pakualaman, Pura Mangkunegaran, Kediaman Presiden Jokowi di Solo, Kediaman Ibu Gudono alias orangtua Erina Gudono, Masjid Raya Sheikh Zayed Surakarta.
Untuk melengkapinya, air siraman juga berasal dari tanah suci alias air zam zam.
![Erina Gudono dan Kaesang [Instagram/erinagudono]](https://media.suara.com/suara-partners/sumatera/thumbs/1200x675/2022/12/07/1-deretan-puja-puji-erina-gudono-buat-kaesang-instagramerinagudono.jpg)
Selain itu, prosesi siraman Erina Gudono juga dihadiri oleh Gusti Kanjeng Ratu Hemas dan Gusti Putri Pakualaman.
Proses siraman ini mengandung harapan bahwa kedua mempelai pengantin, Erina Gudono dan Kaesang Pangarep selalu dalam sifat kautaman atau kebaikan.
Ada pula cengkir ijo sejodo yang diikat serabut memiliki makna bahwa air kela muda hijau merupakan lambang cinta yang tulus antara kedua mempelai.
Baca Juga: Masih Lama, Ketua KPK Sebut Indonesia Baru Miliki Budaya Kesadaran Antikorupsi Pada 2045
Melansir matamata.com-jaringan Suara.com, serabut yang mengikat ibaratkan lambang ikatan cinta mereka.
Menurut ahli budayawan, prosesi siraman di tempat mempelai wanita biasanya dilakukan oleh para wanita dan ayah kandung. Proses siraman ini juga tidak boleh dilakukan oleh orang yang sudah bercerai dan harus berjumlah ganjil.