Suara Sumatera - Kedaatangan Calon Presiden (capres) Partai NasDem Anies Baswedan menjadi sorotan setelah adanya sejumlah penolakan dari masyarakat dalam perjalanan politiknya menuju pemilu 2024.
Sekelompok orang yang mengatasnamakan Masyarakat Kota Solo (MKS) berdemo menolak kedatangan Eks Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Ketua Relawan Perubahan Kamaludin Enuh menyebut sebagai bagian dari demokrasi. Ia mengakui selain di Solo, penolakan serupa terhadap Anies juga terjadi di sejumlah daerah.
"Memang begini hidup di iklim demokrasi. Hak setiap orang berpolitik dan pasti kami hargai. Kita tidak bisa memaksakan orang untuk suka, apalagi memaksakan mendukung Mas Anies di Pilpres 2024," tutur Kamaludin melansir wartaekonomi.com-jaringan Suara.com.
Relawan Perubahan mempersilakan masyarakat Indonesia untuk menilai aksi penolakan ketika Anies menghadiri resepsi pernikahan putri pertama dosen di FEB Universitas Sebelas Maret (UNS).
"Yang jelas, di Republik Indonesia ini ada kebebasan berkumpul dan berserikat. Rekan-rekan Bawaslu juga sudah menyatakan tidak ada pelanggaran dalam kegiatan Mas Anies. Silakan rakyat menilai," ujarnya.
Relawan Perubahan meminta masyarakat menjaga suasana yang kondusif menjelang Pemilu 2024. Ia berharap agar polarisasi dan permusuhan antara pendukung pada Pilpres 2019 tidak terulang.
"Kami sangat berharap, ada suatu kesadaran untuk berdemokrasi dengan baik. Saling menghormati perbedaan itu baik dalam demokrasi. Enjoy saja, tapi jangan sampai memecah belah," tegas Kamaludin.
Anies Baswedan sebelumnya diketahui sudah melakukan sejumlah daerah, seperti di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Papua dan Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Video Syur Diduga Mirip Rezky Aditya Beredar, Wenny Ariani Khawatirkan Sang Putri