Suara Sumatera - Rencana perpanjangan masa jabatan Joko Widodo (Jokowi) makin kencang dihebuskan. Belakangan muncul rencana pemanjangan masa jabatan selama tiga tahun hingga 2027. Upaya mewujudkannya pun didukung dengan berbagai alasan guna memperpanjang masa jabatan sosok Jokowi tersebut.
Hadir di YouTube Refly Harun, Ekonom Rizal Ramli menyorot isu tersebut dengan keras. Dia menilai jika banyak upaya yang memperpanjang masa jabatan dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
Awalnya Rizal mengingatkan Luhut Binsar Panjaitan yang dituding sosok 'komandan operasi' dalam operasi misi memperpanjang masa jabatan Jokowi.
"Mereka sebenarnya melakukan kudeta konstitusi. Karena konstitusi mengatur masa jabatan Presiden, yakni 2 periode, yang satu periode selama 5 tahun. Anehnya, dua partai yang kudeta konstitusi, ialah partai hasil dari reformasi, yakni PAN dan PKB," tuding Rizal Ramli.
"Walaupun Luhut membantah, memang komandannya Luhut. Saya minta, abang jangan lupa diri. Abangkan timnya Gus Dur, masak konsitusi mau dihianati," sambung Rizal.
Rizal pun mengaku mengetahui betul sosok Jokowi yang tidak memiliki kekuatan besar. Dia pun menyebut sejumlah mantan Presiden Indonesia lainnya, seperti Soeharto, Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri.
"Saya kira hati-hati deh, kudeta konstitusi siapa pun enggak terima dan mohon maaf Pak Jokowi, saya kenal baik Mas Jokowi Anda itu enggak kuat-kuat amat," ujar Rizal Ramli.
"Anda itu bukan Pak Harto, bukan Gus Dur yang punya massa yang kuat, bukan Mbak Mega jadi sing eling (yang sadar), sing eling jangan kelewatam, enough is enough (cukup)," imbuhnya.
Mantan Menko di masa pemerintahan Jokowi ini pun menyebutkan jika orang di sekitar Jokowi sudah cukup 'kenyang'.
"Toh orang di sekitar Mas Jokowi juga wis wareg (sudah kenyang) semua, wis wareg ya kan? jadi sing eling lah (sadar) lah," imbuh Rizal Ramli.
Sebelumnya, ia pun menyebut jika orang-orang sekitar Jokowi tengah mempersiapkan boneka baru sebagai upaya melanggengkan kekuasaan.