Suara Sumatera - Gubernur Jawa Tengah, Gannjar Pranowo habis-habisan dikritik publik gegara gunakan dana zakat, baznas untuk kalangan sendiri. Dia mengalokasikan dana zakat tersebut guna memperbaiki rumah dari kader PDIP.
Diketahui Ganjar pun sesaat ini masih berstatus kader PDIP, meski rencana untuk maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) belum mendapatkan restu dari partainya tersebut.
Penyaluran zakat kepada kader sendiri ini pun kemudian dikritik banyak pihak, termasuk politisi Demokrat.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Renanda Bachtar menyoroti tindakan Ganjar Pranowo tersebut. Dia heran dengan sikap gubernur yang menyalurkan dana zakat dari masyarakat kepada kader PDI Perjuangan.
Penyaluran dana tersebut sendiri diketahui dalam rangka untuk merenovasi rumah salah satu kader partai tersebut jelang ulang tahun partai wong cilik itu.
Hal tersebut membuat ia mempertanyakan Ganjar soal alokasi penggunaan dana zakat dari Baznas itu.
"Kok tega dana zakat dari masyarakat diberikan ke kader partainya?" tulis @renandabachtar di media sosialnya.
Ganjar Pranowo sendiri memberikan klarifikasi terkait dengan kabar penggunaan dana Baznas sebagai bantuan untuk renovasi rumah kader PDI Perjuangan.
Menurut Ganjar, awalnya bantuan tersebut hendak menggunakan dana pribadi namun penyerahan bantuan dilakukan untuk merayakan HUT ke-50 partainya, PDI Perjuangan.
Baca Juga: Jelang Indonesia vs Filipina Piala AFF 2022, Ricky Kambuaya: Jumlah Gol, Penting
Ganjar kemudian ramai menjadi pembahasan publik terkait pemberian zakat kepada kader sendiri. Meski banyak juga yang menjawab, jika kebijakan menggunakan zakat tergantung pada pemberi zakatnya.
Selain itu, memberikan zakat pada orang terdekat, termasuk kader satu partai juga tidak melanggar aturan yang berlaku.