Dukungan publik terhadap Jokowi jika mencalonkan diri lagi sebagai presiden mengalami penurunan berdasarkan serangkaian hasil survei yang telah dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
Pada survei pertama yang dilakukan SMRC pada Mei 2021, ada 27,6 persen publik yang menyatakan dukungan terhadap Jokowi.
Kemudian, dukungan publik terhadap Jokowi berdasarkan hasil survei SMRC terus menurun. Pada September 2021 menjadi 19,8 persen, Desember 2021 di angka 19,4 persen.
Lalu pada Maret 2022 sempat naik 20,1 persen, Agustus 2022 kembali turun tajam menjadi 12,5 persen, Oktober 2022 berada di 15,2 persen, November 2022 menjadi 13,9 persen.
"Survei terakhir (Desember 2022) hanya 15,5 persen," kata Saiful Mujani dalam program bertajuk “Peluang Jokowi Kalau Jadi Presiden Lagi” yang disiarkan di kanal YouTube SMRC TV, Kamis (5/1/2023).
“Tapi sebagai yang sedang menjabat, sudah dua kali jadi presiden, harusnya menurut saya lebih tinggi dari ini,” ujarnya.
Ia menilai masyarakat berpikir Jokowi untuk maju kembali dalam Pilpres 2024 setelah dua periode karena berkeyakinan Jokowi akan terpilih lagi karena tingkat kepuasan publik yang tinggi terhadap kinerjanya, yakni sebesar 74,2 persen berdasarkan survei terakhir yang dilakukan SMRC per Desember 2022.
Meski demikian, ujarnya, sebagai seorang yang sudah dua kali menjabat sebagai presiden dan memiliki tingkat kepuasan publik di atas 70 persen seharusnya Jokowi bisa unggul mendekati angka 50 persen.
“Terlalu jauh gap antara 74,2 persen yang puas (dengan kinerja Jokowi) dengan yang memilih kembali Pak Jokowi sekitar survei terakhir hanya 15,5 persen,” tuturnya.
Baca Juga: Kabar UAS Bimbing Gading Marten Masuk Islam Depan sang Ayah, Ini Fakta Sebenarnya
Menurut dia, perolehan dukungan tersebut disebabkan karena publik yang menganggap Jokowi tidak akan maju ketiga kalinya dalam Pilpres 2024 serta publik sudah memiliki pikiran pula tentang tokoh-tokoh lain yang berpeluang untuk menjadi presiden berikutnya.
“Sudah ada orang lain yang diharapkan bisa menggantikan Pak Jokowi,” kata Saiful. (ANTARA)