Suara Sumatera - Pesinetron Aji Yusman menjadi perbincangan saat menggalang dana untuk biaya pengangkatan janin bayi yang sudah meninggal di perut istrinya.
Aji sampai harus meminta pertolongan dari orang-orang lewat media sosialnya agar bisa melakukan operasi terhadap istrinya.
Akhirnya setelah enam hari janin itu berada di perut istrinya, operasi pengangkatan janin bisa dilakukan. Aji Yusman mengaku sudah tidak punya uang untuk berobat sang istri.
Harta yang selama ini ia dapatkan dari menjadi artis sudah habis. Yang tersisa hanyalah televisi di rumah. Ternyata ada rentetan peristiwa menyedihkan yang membuat keuangan Aji Yusman jebol.
Sebelumnya, Aji Yusman terbilang sukses di dunia sinetron ketika membintangi Sinetron Inikah Rasanya di tahun 2003. Dari hasil syuting sinetron itu, Aji mampu membeli rumah hingga mobil.
Di tahun 2010, badai itu datang. Sang ibu terkena stroke dan pecah pembuluh darah sehingga harus dirawat di rumah sakit selama 10 bulan.
"Operasi di rumah sakit swasta tanpa asuransi, BPJS," tutur Aji Yusman ditemui di rumahnya kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Kamis (12/1/2023) dikutip dari Suara.com.
Karena tak menggunakan asuransi dan BPJS Kesehatan, biaya pengobatan sang ibu tentu sangatlah mahal. Aji Yusman harus merogoh koceknya dalam-dalam.
Kurang lebih Aji Yusman harus mengeluarkan uang ratusan juta rupiah untuk biaya pengobatan sang ibu.
Baca Juga: 4 Fakta Unlocked, Film Korea Baru yang Dibintangi Im Siwan dan Chun Woo Hee
Perlahan Aji Yusman mulai memperbaiki kondisi ekonominya saat mendapat pekerjaan lagi di tahun 2017. Namun tak lama kemudian, giliran sang ayah yang sakit.
Ia kembali harus menanggung biaya pengobatan ayahnya. Di saat itu datanglah pandemi COVID-19 yang membuat pekerjaannya tersendat.
Cobaan lainnya saat anak ketiga sang aktor juga sakit. Puncaknya, terjadi saat istri Aji Yusman hamil anak keempat. Anak mereka meninggal dunia dalam kandungan.
"Jadi kejadian kita ini beruntun, nggak dengan kejadian ini kita langsung abis," tuturnya.
Kini yang tersisa adalah televisi. Aji Yusman pun tidak mau menjualnya. Sebab ini sebagai media untuk hiburan tiga anaknya.