Suara Sumatera - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut menandatangani pakta integritas kepada organisasi terlarang yakni HTI dan FPI.
Anies Baswedan dinarasikan melakukan hal tersebut sebagai bentuk kesetiaannya terhadap organisasi masyarakat yang telah dilarang pemerintah itu.
Informasi tersebut disebar oleh sebuah akun Twitter dengan narasi sebagai berikut:
” ANIES TANDA TANGANI “PAKTA INTEGRITAS” KEPADA HTI DAN FPI
SEBAGAI SYARAT DUKUNGAN UMAT ISLAM DAN UNTUK SETIA PERJUANGKAN ORMAS ISLAM YANG DILARANG PEMERINTAH DAN FPI SERTA MEMBERI RUANG BEBAS KEPADA HTI DAN FPI – AHMAD KHOZINUDIN (JUBIR HTI DAN FPI)” demikian dikutip Minggu (19/2/2023).
Lantas benarkah kabar Anies Baswedan menandatangani pakta integritas dengan HTI dan FPI?
PENJELASAN
Informasi yang mengklaim bahwa Anies Baswedan menandatangani pakta integritas HTI dan FPI merupakan kabar tak benar.
Jubir HTI dan FPI Ahmad Khozinudin meminta Anies untuk tanda tangan pakta integritas agar ormas umat Islam tidak dimanfaatkan untuk Pemilu 2024 saja.
Namun, tidak ada informasi bahwa Anies Baswedan menyetujui permintaan Ahmad tersebut.
Pada 2017 lalu juga beredar informasi hoaks foto tanda tangan Anies Baswedan untuk kontrak dengan HTI. Namun, Anies telah memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak pernah menandatangani surat kontrak.
Baca Juga: Bukan Khofifah, Anies Baswedan Bisa Raup Suara di Pilpres 2024 Jika Duet Dengan Kiai NU Ini
Anies juga menegaskan bahwa tanda tangan dalam surat tersebut bukan tanda tangannya.
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, informasi yang menyatakan bahwa Anies Baswedan menandatangani pakta integritas kepada HTI dan FPI adalah salah. Unggahan itu termasuk dalam konten yang menyesatkan.