Suara Sumatera - Belum lama ini, publik dikagetkan dengan tindakan tidak menyenangkan pada Ustaz Hanan Attaki. Dalam ceramah di Jatim, Ustaz Hanan Attaki diusir oleh jemaah karena dianggap berbeda aliran mahzab Islam.
Belum lama ini, pendakwah Ustaz Abdul Somad alias UAS mengungkapkan adanya beberapa perbedaan dirinya dengan Ustaz Hanan Attaki. Meski demikian, keduanya diakui ada persamaan dirinya dengan Ustaz Hanan Attaki.
Perbedaan dalam ceramah diungkap UAS. Dikatakannya, jika dirinya menyebutkan saat ceramah ceenderung akan meledak-ledak sementara Ustaz Hanan Attaki berceramah dengan penuh kelembutan nan menyejukkan.
"Aku & Ust Hanan Attaki. Kata orang, aku bicara meledak meletup. Ust Hanan Attaki lembut, menyejukkan. Beliau datang ke Pekanbaru, jamaah yang hadir anak-anak muda semua. Kalau aku, jamaah orang-orang tua. Tapi, ada juga beberapa persamaan antara kami," beber UAS di media sosialnya.
Selain perbedaan, ada juga persamaan dirinya dengan Hanan Attaki. Persamaan yang disebutkan jika keduanya berasal dari Sumatera sekaligus merupakan Ahlussunnah wal Jama'ah.
"Sama-sama dari Sumatera. Beliau dari Aceh, aku dari Riau. Sama-sama Ahlussunnah wal Jama'ah, manhaj Imam Abu al-Hasan al-'Asy'ari. Sama-sama ngaji sifat 20. Di Mu'allimin al-Washliyah aku belajar al-Husun al-Hamidiyyah dan ad-Dasuqi 'ala Umm al-Barahin," urai Ustadz Abdul Somad.
Baik UAS dan Hanan Attaki diketahui merupakan lulusan Al-Azhar Mesir dan sama-sama belajar Fiqh Mazhab dan sama-sama mengamalkan mazhab Syafi’i.
"Tapi dalam pengamalan kami mengamalkan mazhab Syafi'i. Dalam Akhlak, kami mengikuti para ulama yang mengkhususkan diri dalam Akhlak Islami, yang disusun sistematis oleh Imam Abu Hamid al-Ghazaly. Aku lebih tua dari beliau, aku juga datang lebih dulu ke Mesir," jelas UAS menjelaskan.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Baca Juga: 5 Kandidat Pelatih Baru Chelsea, Cocok Gantikan Graham Potter