Suara Sumatera - Publik Riau dihebohkan dengan kabar istri pejabat sekretaris daerah (sekda) di daerah itu yang disebut pamer gaya hidup mewah alias hedon lewat media sosial (medsos).
Foto-foto kemewahan hidup istri SF Hariyanto tersebar di medsos nampak menenteng tas bermerek, makan di restoran mahal, hingga pelesiran ke luar negeri.
Meskipun Sekda Riau SF Hariyanto sudah mengklarifikasi bahwa barang yang dipakai sang istri merupakan palsu atau KW, namun nampaknya makin melebar.
Selain mendapat beragam komentar dari warganet, kejadian ini juga direspons sosok Madi El Rawa selaku pejabat kebijakan publik.
Rawa mengungkapkan bahwa penegak hukum di Riau perlu melakukan verifikasi sumber harta serta audit bagi pejabat publik.
"Penegak hukum, PPATK, serta KPK harus benar-benar memeriksa. Sejauh ini, itu yang baru bisa dinilai secara objektif. Jika itu memang asli sumber kekayaan sendiri dan sudah kaya dari dulu, itu sudah sifat dan sulit diubah. Walaupun sebenarnya ada kewajiban pejabat negara atau daerah empati kepada masyarakat," katanya seperti dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Selasa (21/3/2023).
Menurut Rawa, apa yang dilakukan istri Sekda Riau yang memamerkan kemewahan tidak tepat, bahkan dapat menyinggung perasaan warga yang hidup dengan tingkat ekonomi di bawah.
Dia menyebut sebaiknya pejabat publik dan keluarga dapat berdaya hidup yang tidak terlalu jauh dari masyarakat.
"Kita bisa melihat jalan di Riau berlubang dimana-mana, ya kan. Orang pergi sekolah masih susah aksesnya. Sehingga, masih banyak hal yang harus dibangun. Jadi, perlu sekali empati. Memang pejabat dituntut untuk memiliki empati agar bisa mengambil kebijakan yang pro kepada masyarakat," terang Rawa.
Baca Juga: Rekam Jejak SF Hariyanto, Sekda Riau yang Istrinya Viral Disebut Doyan Pamer Kemewahan
Terlebih lagi, sebelumnya SF Hariyanto sempat meminta jajarannya untuk tidak hidup bermewahan.
"Yang diucapkan Sekda dan yang dilakukan istrinya adalah dualisme yang tidak masuk akal. Sekda perlu menertibkan keluarganya terlebih dahulu," ungkap dia.
Meski demikian, Rawa enggan menebak-nebak hasil harta kekayaan sang pejabat jika belum ada audit yang dilakukan KPK sebagai lembaga antirasuah.
Lebih lanjut, ia meminta Gubernur Riau untuk menelusuri aliran dana dari keluarga Sekda Riau SF Hariyanto.
"Kita meminta gubernur juga untuk menelusuri aliran dana dari keluarga sekda," jelas Rawa.
Lebih jauh, Rawa meminta publik untuk tidak menghakimi. Menurutnya, pejabat publik dituntut untuk memiliki rasa empati.
“Namun, jika ada indikasi korupsi yang harus dibawa ke ranah hukum," katanya.