sumatera

5 Alasan Wanita Jarang Duluan Ajak Pasangan Hubungan Intim, Seksolog Ungkap Soal Gairah Seks hingga Orgasme

Suara Sumatera Suara.Com
Rabu, 10 Mei 2023 | 14:18 WIB
5 Alasan Wanita Jarang Duluan Ajak Pasangan Hubungan Intim, Seksolog Ungkap Soal Gairah Seks hingga Orgasme
Berhubungan seks di depan kaca. (Dok: Elements Envanto)

Suara Sumatera - Hubungan seks merupakan salah satu cara menjaga keharmonisan rumah tangga. Namun, seringkali perempuan enggan mengajak suaminya berhubungan intim, mereka lebih cenderung menunggu diajak oleh pasangannya.

Seksolog, dr Haekal Anshari mengatakan, gegara budaya patriarki, beredar anggapan bahwa hanya lelaki yang berhak dominan di atas ranjang. Padahal, tidak semua perempuan pasif, karena ada juga yang aktif mengajak berhubungan seks.

"Bahkan, gairah seksual laki-laki dan perempuan kadarnya bisa sama. Hanya cara mengekspresikannya yang berbeda," kata dr Haekal melalui konten edukasi di Instagram, dikutip  dari Suara.com, Rabu (10/5/2023).

Setidaknya, ada 5 alasan kenapa perempuan jarang minta berhubungan seks lebih dulu menurut dr. Haekal.

1. Melibatkan Emosi

Dibanding lelaki yang mengedepankan apa yang dirasakan pada fisiknya, perempuan cenderung melibatkan emosi untuk memutuskan berhubungan seksual.

Banyak hal yang dipertimbangan, termasuk dari sisi emosional yang membuat perempuan semakin enggan atau jarang meminta berhubungan seks lebih dulu.

2. Butuh Foreplay

Dibanding lelaki yang mudah terangsang karena anatomi tubuh atau posisi kelamin berada di luar sehingga mudah terangsang. Berbeda dengan alat kelamin perempuan yang berada di dalam, sehingga lebih butuh rangsangan tambahan.

Baca Juga: Trik Hubungan Intim Agar Suami-Istri Sama-sama Orgasme di Ranjang, Jangan Fokus Klimaks Sendiri!

"Itulah kenapa, foreplay memegang peran penting bagi perempuan," ungkap dr. Haekal.

3. Sulit Capai Orgasme

Lelaki yang bisa mendapatkan orgasme dalam waktu 5 hingga 7 menit setelah penetrasi. Tapi tidak pada perempuan yang butuh waktu lebih lama, yakni berkisar antara 10 hingga 15 menit karena setelah penetrasi.

4. Perubahan Hormonal

Hasrat seksual perempuan lebih mudah mengalami fase naik turun. Ini karena perempuan mengalami berbagai fase, yakni seperti fase hormon oksitosin dan prolaktin yang lebih banyak saat menyusui dibanding hormon estrogen atau hormon seksual para perempuan.

Bahkan ada di saat tertentu saat perempuan stres bekerja, mengurus anak dan rumah tangga membuat hormon progesteron meningkat, dan hormon estrogen menurun. Hasilnya gairah seksual cenderung rendah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI