Suara Sumatera - Polresta Pekanbaru menerima laporan dugaan pelecehan seksual yang dialami pria berinisial D di salah satu rumah sakit swasta di kota tersebut.
Dugaan perbuatan tak senonoh tersebut disebut dilakukan oleh petugas kerohanian saat menjalani perawatan di ruang inap rumah sakit itu.
"Dugaan pelecehan seksual yang kita laporkan ini, terjadi pada Sabtu (6/5) lalu di salah satu rumah sakit swasta di Pekanbaru. Saat kejadian, kondisi klien kami tengah lemah dan tidak berdaya," kata Kuasa hukum korban, Ali Akbar Siregar dikutip dari Antara, Rabu (10/5/2023).
Saat itu terduga pelaku merupakan seorang laki-laki yang bertugas sebagai petugas kerohanian.
Entah kenapa terduga pelaku masuk ke dalam ruang inap tempat korban dirawat. Namun, saat itu ia seolah-olah tengah memberi perawatan terhadap korban yang antara sadar dan tidak.
"Keadaan pasien ketika itu tengah lemah. Pelecehan yang dilakukan mulai dari meraba-raba hingga ke organ vital korban," ungkap kuasa hukum.
Korban kemudian ditinggalkan begitu saja. Merasa takut, korban kemudian berusaha keluar untuk meminta pertolongan dengan kondisi lemah dan syok.
"Saat itu korban tremor dan bersusah keluar dari ruang untuk menelepon keluarga. Setelah keluarga datang, klien kita menjelaskan ke pihak rumah sakit. Korban malah dituduh halu(halusinasi) dan disuruh cek kejiwaannya," jelas Ali.
Saat melaporkan kejadian ini, pihaknya juga membawa barang bukti berupa celana dalam korban yang masih ada bekas air mani serta bukit visum terhadap korban. (Antara)