Suara Sumatera - Masturbasi yang dikenal onani bagi bagi para pria merupakan kebiasaan yang sering dilakukan oleh sejumlah orang, terutama yang belum atau tidak memiliki istri.
Aktivitas onani mengeluarkan air mani atau sperma tanpa adanya aktivitas seksual dengan lawan jenis. Mereka mengeluarkan sperma dengan menyentuh kelamin atau area sesitif lainnya untuk mendapatkan kepuasan diri sendiri.
Banyak hal yang dikaitkan dengan onani, termasuk berat badan. Banyak mitos yang mengatakan jika terlalu sering onani akan membuat berat badan menjadi menurun, bahkan kurus.
Hal itu terjadi karena pria kehilangan protein dari sperma yang keluar saat onani. Benarkah hal tersebut?
Mengutip Suara.com yang melansir dari Man Matters, dari hasil penelitian, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan onani membuat berat badan menjadi menurun. Pasalnya, onani merupakan aktivitas seksual normal, yang justru memberikan manfaat seperti hilangkan stres maupun meningkatkan kualitas tidur.
Sementara penurunan berat badan biasanya terjadi karena kondisi fisik, baik pola makan yang menurun, banyaknya aktivitas fisik, hingga genetika. Oleh sebab itu, onani tidak memiliki kaitan langsung dengan penurunan berat badan.
Meski demikian, onani sendiri membantu meningkatkan detak jantung dan membakar kalori dalam tubuh. Hal ini bisa memengaruhi berat badan. Namun, onani sendiri bukan menjadi faktor utama turunnya berat badan.
Bukan hanya penurunan, onani juga tidak berkaitan dengan adanya penambahan berat badan. Hal ini karena onani akan membantu membakar kalori dalam tubuh sehingga tidak menumpuk. Oleh karena itu, berat badan tidak akan meningkat.
Efek positif dari onani juga membuat mental menjadi baik. Ini membuat orang tersebut melakukan berbagai hal-hal positif yang membantu menjaga berat badan untuk tetap ideal. Dengan demikian, onani juga tidak membuat berat badan seseorang bertambah.
Selain penurunan dan penambahan berat badan, onani juga sering dikaitkan dengan kekuatan tubuh. Orang yang sering melakukan onani dinilai memiliki tubuh yang lebih lemah. Namun, belum ada bukti ilmiah kalau orang yang sering onani mudah lelah dan lemah.
Onani juga tidak menggunakan energi yang signifikan sehingga tidak akan membuat tubuh menjadi lemah. Pria akan menjadi lemah biasanya hanya beberapa saat setelah ejakulasi. Akan tetapi, setelah itu kondisinya juga kembali normal.
Dengan demikian, onani sendiri akan memberikan manfaat positif bagi pria tersebut. Namun, pastikan untuk melakukannya tidak berlebihan karena akan memengaruhi kemampuan seksual.