Suara Sumatera - Dandim 0201/Medan Kolonel Inf Ferry Muzawwad membentak pelaku begal yang menewaskan mahasiswa UMSU.
Dirinya membentak pelaku usai menyampaikan penjelasan dalam konferensi pers kasus begal di Polrestabes Medan pada Kamis 22 Juni 2023.
Bersama dengan Wali Kota Medan Bobby Nasution, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda, Ferry lalu berjalan pelan ke arah keempat tersangka begal.
"Hey, kalau anakmu disiksa kayak gitu gimana? Kau jangan nunduk, kau tengok. Bapak ibumu ada?" kata Ferry kepada pelaku berinisial yang kedua kakinya jebol ditembak polisi.
Ferry menanyakan bagaimana perasaannya jika kedua orangtuanya disiksa seperti perlakuan pelaku A dan teman-temannya yang secara sadis menganiaya korban hingga meninggal. Pelaku kemudian menjawab dengan singkat.
"Siap salah pak," kata pelaku.
Mendengar itu, Ferry langsung mempertegas pertanyaan soal perasaan pelaku bila penyiksaan itu dialami orangtuanya.
"Marah pak," jawab pelaku A.
Dirinya lalu memberikan pesan agar pelaku segera tobat dan tidak lagi mengulangi perbuatan sadisnya.
Baca Juga: 36 PMI Tujuan Malaysia Diamankan di Batu Bara Sumut
"Anakmu tiga tahun kan? Mudah-mudahan bertobat kau," jelasnya.
Sebelumnya, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), bernama Insanul Anshori Hasibuan menjadi korban keganasan begal di Jalan Mustafa, Medan.
Saat kejadian korban sedang mencari makan, Rabu (14/6/2023) sekitar pukul 03.00 WIB. Dari kosnya di Jalan Pasar III, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.
Saat melintas di lokasi kejadian, Insanul yang diboncengan bersama temannya menggunakan sepeda motor dipepet pelaku menggunakan dua sepeda motor, yang membawa celurit.
Korban terjatuh dari sepeda motor, setelah ditarik oleh pelaku dan diduga pelaku menusukkan senjata tajam tersebut, ke tubuh korban. Sedangkan rekan korban berhasil menyelamatkan diri dari.
Warga kemudian membawa korban ke rumah sakit. Namun, kondisi luka parah dialami kader mahasiswa itu, membuat nyawanya tidak tertolong lagi dan meninggal dunia.
Polisi yang menerima laporan kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap empat pelaku berinisial A, MR, NA, dan R. Keempat pelaku terkapar ditembak polisi di bagian kakinya.