Suara Sumatera - Driver taksi online di Medan, Rizki Idana mengaku bahwa mobilnya diduga dilarikan oknum TNI berinisial BM. Dirinya telah membuat laporan ke Polsek Tuntungan.
Hal ini ditandai dengan nomor laporan LP/B/278/V/2023/SPKT/Polsek Medan Tuntungan/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara. Selain itu, ia juga membuat laporan ke Denpom1/5 Medan yang ditandai dengan nomor laporan: LP/44/VI/2023.
Rizki mengatakan awalnya BM memesan taksi online yang dibawanya pada Selasa 30 Mei 2023 sekitar pukul 01.00 WIB. Kala itu BM beranjak dari hotel di kawasan Simalingkar menuju SPA di Jalan Ringroad.
"Setelah itu BM menelepon saya memesan secara offline (tanpa aplikasi) dan minta diantar ke Perbaungan. Alasan mau mengambil mobil yang dibawa kawannya," katanya melansir suarasumut.id, Senin (3/7/2023).
Rizki kemudian menjemput BM di Simpang Pemda dan berangkat ke Perbaungan. Saat di tengah perjalanan, BM meminta kembali di antarkan ke Medan.
"Dia meminta diantarkan ke Komplek Tasbi untuk menjumpai kawannya di warung kopi, dia mengajak saya minum bersama. Sekitar pukul 02.00 WIB, dia meminta untuk diantarkan lagi ke hotel di Simalingkar," ucapnya.
Dirinya mengaku diajak menginap bersama. Pasalnya, BM ingin mencari mobil yang dibawa kawannya esok harinya. Rizki mengaku tertidur hingga bangun Rabu siang. Saat itu rupanya BM telah meninggalkannya.
"Info dari pihak hotel, BM meninggalkan lokasi pukul 07.00 WIB dengan alasan mencari sarapan dengan membawa mobil saya," jelasnya.
Rizki mengadu ke Presiden Jokowi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Melalui video dirinya memohon bantuan agar kasusnya diproses.
"Ini surat terbuka buat Bapak Jokowi karena saya sudah tidak tahu harus mengadu kepada siapa. Saya kehilangan mobil sudah satu bulan dan mobil saya dilarikan oleh seorang oknum TNI," katanya.
"Mudah-mudahan mobil saya bisa ditemukan, dan saya bisa kembali mencari nafkah. Mohon bantuannya Pak Jokowi Widodo, Pak Prabowo ada oknum TNI yang bawa kabur mobil saya, kerja saya cuma seorang supir taksi online, semenjak mobil saya hilang saya ga bisa cari nafkah lagi buat anak dan istri saya," cetusnya.
"Istri saya baru melahirkan anak kedua, TNI seharusnya melindungi masyarakat bukanya malah buat susah rakyat. Saya udah buat laporan ke kantor polisi dan kantor PM tapi sampai sekarang belum ada perkembangannya, mohon bantu saya!!," sambungnya.
Kapendam I/BB Kolonel Inf Rico J Siagian ketika dikonfirmasi mengaku pihaknya telah menerima informasi itu dan sedang melakukan pengecekan untuk ditindaklanjuti.
"Laporan terkait hal itu sedang kita cek," katanya.