Suara Sumatera - Nama Dedi Mulyadi menjadi sorotan usai bertemu dengan pawang ular Panji Petualang yang terlihat semakin kurus dan pucat.
Kondisi Panji Petualang ini membuat Dedi Mulyadi syok. Hal tersebut bermula ketika mantan Bupati Purwakarta itu datang untuk menjenguknya.
Dedi Mulyadi kaget melihat tubuh Panji Petualang yang menyusut berat badannya. Politisi yang juga wakil rakyat itu kemudian menggali informasi mengenai kondisi Panji Petualang.
Panji Petualang menjelaskan jika dirinya mengidap diabetes. Tak hanya itu, ia sempat digigit ular cobra peliharaannya dan hal itu membuat daya taya tahan tubuhnya terus menurun.
Lantas siapakah Dedi Mulyadi, politisi yang syok lihat kondisi kesehatan Panji Petualang?
Profil Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi lahir di Subang, 11 April 1971. Ia merupakan anak bungsu dari sembilan bersaudara pasangan Sahli Ahmad Suryana dan Karsiti.
Dedi Mulyadi menghabiskan masa kecil hingga remaja di Subang, kota kelahirannya. Ia mengenyam pendidikan sekolah di SD Sukabakti, SMPN Kalijadi dan SMA Negeri Purwadadi.
Setelah lulus sekolah, Dedi pindah ke Purwakarta untuk melanjutkan pendidikan di Sekilah Tinggi Hukum Purnawarman jurusan hukum. Pendidikan tersebut berhasil ia tamatkan pada 1999.
Sejak masih menjadi mahasiswa, Dedi Mulyadi dikenal sebagai seorang aktivis kampus. Ia aktif mengikuti banyak organisasi.
Tak heran ia memiliki beberapa posisi strategis, seperti Ketua Umum HMI Cabang Purwakarta, Wakil Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia pada 1997 dan Sekretaris Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Textil, Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia.
Setelah lulus kuliah, Dedi Mulyadi terpilih menjadi wakil rakyat menduduki kursi DPRD Purwakarta dari Partai Golkar. Karier politiknya semakin moncer lantaran selama periode tersebut ia selalu ditunjuk sebagai Ketua Komisi E.
Saat itu, Dedi Mulyadi juga dipercaya oleh partainya menjadi Sekretaris Partai Golkar hingga didaulat sebagai Ketua DPD Partai Golkar pada 2004 secara aklamasi.
Di usia 32 tahun, Dedi Mulyadi telah resmi menjadi Wakil Bupati Purwakarta mendampingi Lily Hambali Hasan. Dedi Tercatat sebagai politisi termuda yang menjadi Wakil Bupati.
Di periode selanjutnya, Dedi Mulyadi memberanikan diri maju Pilkada Purwakarta 2008-2013. Nasib baik memihaknya, ia berhasil memenangkan hati rakyat dan menjadi Bupati Purwakarta selama dua periode.
Setelah masa baktinya sebagai orang nomor satu di Purwakarta selesai, Dedi Mulyadi kembali menjadi wakil rakyat di Senayan. Ia terpilih sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI periode 2019-2024.