Suara Sumatera - Anies Baswedan menjadi salah satu bakal calon presiden (capres) yang akan bertarung di Pemilu 2024 mendatang.
Sejumlah informasi terkait mantan Gubernur DKI Jakarta itu beredar luas di media sosial. Termasuk kabar deklarasinya di Jawa Timur.
Dalam narasi yang tersebar, disebutkan bahwa Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin kampanye jutaan warganya untuk mendeklarasikan dukungan terhadap Anies Baswedan.
Dalam klaim video tersebut juga disebutkan bahwa hal ini membuat pihak Istana panik.
Informasi itu dibagikan sebuah kanal YouTube bernama GARUDA POLITIK belum lama ini. Adapun judul narasi yang disematkan sebagai berikut:
“Istana Panik total !! Khofifah pimpin kampanye, jutaan warga Jatim berbondong² deklarasi anies”.
Lalu apakah benar Khofifah pimpin kampanye jutaan warga Jawa Timur deklarasi Anies?
PENJELASAN
Setelah ditelusuri, tidak ditemukan informasi valid terkait kabar Khofifah Indar Parawansa memimpin kampanye jutaan warganya untuk mendeklarasikan dukungan terhadap Anies Baswedan.
Faktanya, narasi yang dibacakan dalam video merupakan artikel yang diunggah oleh Suara.com dengan judul “Blak-blakan! Anies Baswedan Ungkap Sosok Bakal Cawapres yang Akan Mendampinginya di Pilpres 2024.”
Baca Juga: Tertinggi di Indonesia, Jatim Jadi Provinsi yang Miliki 2.800 Desa Mandiri
Dalam artikel yang diunggah pada 12 Agustus 2023 tersebut berisi informasi tentang Anies Baswedan yang disebut blak-blakan mengungkap kriteria bakal calon wakil presiden yang akan mendampinginya di Pilpres 2024.
Anies menyebutkan kriteria bacapresnya harus bisa membantu pemenangan, membuat koalisi semakin solid, membantu di dalam proses pemerintahan bila ditakdirkan menang, mempunyai visi yang sama, dan tentu memiliki kepribadian yang baik.
Kriteria yang disebutkan Anies ini merujuk pada video yang diunggah Anies melalui kanal Youtube-nya yang berjudul “Inilah Kriteria Bakal Cawapres Anies”.
KESIMPULAN
Dari keterangan di atas, informasi mengenai kampanye warga Jawa Timur yang dipimpin oleh Khofifah untuk mendukung Anies merupakan kabar hoaks.
Narasi dalam video hanya menjelaskan tentang kriteria bakal calon presiden yang diharapkan oleh Anies Baswedan.
Dengan demikian, klaim video yang dibagikan kanal YouTube bernama GARUDA POLITIK masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.