Suara Sumatera - Beredar narasi yang menginformasikan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo (Jokowi) resmi melabuhkan dukungannya kepada Capres Anies Baswedan.
Kabar tersebut dibagikan sebuah kanal YouTube bernama Suara Rakyat pada 8 Agustus 2023 dengan narasi sebagai berikut:
“MEGAWATI REMIKAN HARI INI!! DUKUNG ANIES MAJU DI PILPRES 2024…”.
Dalam thumbnail video berdurasi 8 menit 4 detik itu memperlihatkan beberapa orang seperti Jokowi, Puan dan Megawati yang sedang memotong tumpeng. Nampak juga Anies Baswedan yang memakai baju putih.
Lalu benarkah Megawati dan Jokowi akhirnya mendukung Anies?
PENJELASAN
Setelah ditelusuri, tidak ada informasi valid terkait kabar Megawati dan Jokowi akhirnya mendukung Anies Baswedan.
Hingga saat ini, PDIP masih mengusung kadernya Ganjar Pranowo sebagai capres yang akan bertarung di Pilpres 2024 alias lawan Anies.
Faktanya, juga thumbnail identik dengan gambar pada artikel sindonews.com. Pada caption gambar tersebut merupakan gambar Presiden Jokowi dan Megawati saat rekarnas PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Foto Anies menggunakan baju putih hasil editan yang dijadikan satu dengan gambar Megawati memotong tumpeng pada gambar artikel asli.
Baca Juga: PSSI: Pemain Bisa Gugat PSM Makassar Jika Hak Tidak Diberikan
Artikel tersebut berjudul “Momen Kemesraan megawati dan Jokowi Kembali Terekam saat Rakernas PDIP” Selasa, 21 Juni 2022 pukul 15.18 .
Lebih lanjut narasi yang dibacakan narator merupakan artikel milik wartaekonomi.com berjudul “Dibandingkan Ganjar dan Prabowo, Pengamat Sebut Anies Capres Paling Gress, Pasalnya…” pada Sabtu, 5 Agustus 2023 pukul 23.07 WIB.
Pada isi artikel tidak ada yang membahas mengenai Megawati dan Jokowi yang resmi mendukung Anies maju di 2024. Artikel tersebut berisi pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat yang mengutarakan pendapat mengenai bacawapres antara Ganjar, Prabowo dan Anies.
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas, kabar yang menyatakan Megawati dan Jokowi resmi mendukung Anies di 2024 merupakan kabar hoaks.
Dengdan demikian, klaim video yang dibagikan kanal YouTube bernama Suara Rakyat pada 8 Agustus 2023 itu masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.