Suara Sumatera - Sebuah informasi menyebutkan jika tim nasional (timnas) Indonesia akhirnya memutuskan untuk keluar alias out dari Piala AFF U-23. Keputusan ini diambil setelah sejumlah kontroversi yang selalu terjadi selama Piala AFF U-23.
Terakhir Indonesia mengalami kontroversi atas dua gol pada dua laga yang sudah dilalui. Gol kontroversi terakhir terjadi saat Indonesia kontra Timor Leste dari kaki Ramadan Sananta.
Gol kontroversi tersebut pun membuat fans Indonesia beraksi, sampai menyarankan keluar dari kejuaraan di laga Asia Tenggara tersebut.
Informasi tersebut dibagikan oleh akun YouTube Auto Intip Timnas. Di akun YouTube tersebut, dilengkapi dengan narasi yang cukup menyakinkan jika Indonesia akhirnya out dari Piala AFF U-23.
Akun ini menarasikan dengan judul AFF BANGKRUT PEMERINTAH SUDAH AMBIL KEPUTUSAN KABAR BAIK UNTUK TIMNAS INDONESIA.
Lalu apakah benar jika Timnas Indonesia akhirnya ambil keputusan untuk out dari Piala AFF?
CEK FAKTA:
Dari video dengan durasi yang cukup panjang tersebut, mencapai 8 menitan tersebut diketahui jika Indonesia memang menjalani serangkaian kejuaran Piala AFF.
Meski demikian sampai dengan akhir video tidak terdapat informasi yang membenarkan jika timnas Indonesia U-23 memutuskan diri keluar dari kejuaraan tingkat Asia Tenggara tersebut.
Baca Juga: Survei SMRC: Tren Elektabilitas Prabowo Merosot di Semua Simulasi Capres 2024
Dengan begitu, informasi yang disajikan tidak sesuai dengan judul, sehingga kuat dugaan informasi tersebut disajikan hanya untuk menggaet banyak penonton, alias traffik.
Informasi yang disajikan pun tergolong berita hoaks alias bohong.
PENJELASAN:
Dari video tersebut diketahui informasi Indonesia yang sudah 6 kali mengikuti ajang kejuaraan tersebut menghasilkan pencapaian di runner up.
Disebutkan telah 6 runner up yang akhirnya membuatnya gagal sebagai juara. Bahkan disebutkan di video tersebut, meski Indonesia telah mengganti pelatihnya baik lokal sampai eropa, namun tidak juga mendapatkan gelar juara.
Bahkan terakhir pelatih Indonesia, Shin Tae yong yang keras mengkritik kebijakan wasit tersebut pun berkemungkinan tidak membawa Indonesia menjadi juara.