Suara Sumatera - Nama KH Muhammad Thoifur Mawardi disebut Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di program Mata Najwa.
Di luar langkah politik yang menyatukan Anies Baswedan dengan Cak Imin sebagai bacapres dan bacawapres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Kiai Thoifur juga memiliki peran terhadap penyatuan pasangan ini.
Cak Imin mengaku pernah dipanggil Kiai Thoifur ke hotel saat menunaikan ibadah haji tahun 2023 ini. Sebelumnya Cak Imin tak pernah sama sekali bertemu dengan kiai asal Purworejo, Jawa Tengah itu.
Pada pertemuan itu, Kiai Thoifur menyampaikan ke Cak Imin bahwa dirinya mendapat petunjuk usai salat istikarah bahwa jodoh Cak imin adalah Anies Baswedan.
"Beliau itu tiba-tiba bilang 'Muhaimin saya sudah istikaharah, jodohmu itu Anies'. Kita anggap itu masukan," ujar Cak Imin.
Cak Imin mengatakan, Kiai Thoifur terkenal sebagai ahli istikarah. "Dan kalau istikarah biasanya kalau muncul nabi menemui dan seterusnya," ujar Cak Imin.
Tidak hanya Cak Imin, Anies Baswedan juga mendapat pesan yang sama dari Kiai Thoifur. Itu terjadi jelang deklarasi pasangan Anies Baswedan-Cak Imin.
Ketika itu Anies ditemui Gus Munif dari Pasuruan. Kepada Anies, Gus Munif menyampaikan pesan dari Kiai Thoifur agar Anies berpasangan dengan Muhaimin Iskandar.
Profil Kiai Thoifur
Baca Juga: Jangan Lupa! Ada Syarat Selfie Buat Daftar CPNS, Begini Caranya
KH Muhammad Thoifur Mawardi lahir pada 8 Agustus 1955. Dia adalah anak dari pasangan KH.R Mawardi, Dzuriyah KH.R Imam Maghfuro (R. Hasan Benawi).
Kiai Thoifur adalah pendiri dan pengasuh di Pesantren Darut Tauhid 8 Kemiri. Ia memiliki julukan ahli mimpi bertemu Rasulullah.
Kiai Thoifur menuntut ilmu di sejumlah tempat seperti di Pondok Sugihan Kajoran Magelang, Pondok Lasem Rembang dan di tempat Assayyid Muhammad bin ‘Alawi Almaliki Alhasani.
Dikutip dari laduni.id, Kiai Thoifur adalah penemu Sumur Thoifur di Ma’had Rushaifah, Mekkah. Sumur yang saat itu menjadi sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari para santri ma’had.
Ditemukannya sumur ini bermula ketika Kiai Thoifur Mawardi masih menimba ilmu di Ma’had Rushaifah. Saat itu sangat sulit mendapatkan air bersih.
Kiai Thoifur lalu melakukan salat istikarah untuk mencari sumber air. Pada suatu hari, Kiai Thoifur bermimpi melihat sumur di dekat ma’had.