Suara Sumatera - Muhammad Aulia Rizki Agsa menghadiri deklarasi dukungan terhadap Anies Baswedan yang dilakukan oleh anggota DPRD Medan dari Partai Golkar Muhammad Afri Rizki Lubis.
Hal itu diketahui dari video yang diunggah oleh akun Instagram pribadi @rizki_lubisofficial, dilihat pada Kamis (7/9/2023). Dalam video terlihat Aulia Agsa yang merupakan anggota DPRD Sumut dari Gerindra ini memakai kemeja hitam.
Sedangkan Rizki Lubis memakai kemeja putih dan peci. Rizki dan Aulia tampak berjalan bersama menuju lokasi kegiatan.
Gerindra Proses PAW Aulia Agsa
Sementara itu, Partai Gerindra Sumut tengah memproses pergantian antar waktu (PAW) kadernya Aulia Agsa yang duduk di DPRD Sumatera Utara.
"Sekitar bulan Juni atau Juli sudah kita ajukan proses PAW terhadap Aulia Agsa ke DPP. Sekarang dalam proses pengambilan terakhirlah," kata Sekjen Partai Gerindra Sumut Sugiat Santoso, Kamis (7/9/2023).
Dirinya mengatakan bahwa Aulia Agsa memiliki beberapa persoalan internal yang dianggap tidak sesuai lagi dengan AD/RT dan semangat cita-cita partai.
"Tidak usahlah disebut apa itu masalah internalnya. Banyak laporan-laporan ke kami terkait kinerja Aulia Agsa di DPR yang kita anggap itu tidak sesuai lagi dengan semangat yang diperjuangkan Partai Gerindra," ungkapnya.
"Terkait dengan peristiwa beberapa hari yang lalu atau kemarin, disinyalir ia terindikasi mendukung Anies Baswedan, ya sudah kita laporkan juga ke DPP," sambungnya.
Baca Juga: Fuji Resmi Polisikan Mantan Manajer Terkait Kasus Penggelapan Uang
Sugiat mengatakan laporan atas tindakan Aulia diduga mendukung calon presiden lain, sebagai penguat agar proses PAW agar cepat diputuskan oleh DPP Partai Gerindra.
"Sehingga kita bisa proses (PAW) di Provinsi Sumut," ucapnya.
"Dari Gerindra sudah tidak ada lagi karena kita sudah mengusulkan proses PAW dia. Gak kita tanya lagi karena surat dari Gerindra Sumut untuk proses PAW ke DPP sudah kita kirim sejak bulan Juli lalu. Udah clear itu," cetusnya.
Sugiat menegaskan siapapun kader Gerindra, baik pengurus maupun yang berada di legislatif, bila tidak melaksanakan instruksi pasti ada sanksi-sanksi organisasi.
"Sanksi-sanksi partai akan kita jalankan terhadap kader yang membelot, kader yang mbalelo terhadap cita-cita dan perjuangan Partai Gerindra. (Tindakan Aulia) bukan hanya tidak etis, sudah sangat menyalahi semangat konsistensi yang sudah diajarkan Partai Gerindra," kata Sugiat.