Suara Sumatera - Suara tangis anak-anak pelajar terdengar memilukan saat bentrok antara warga dan aparat gabungan di Pulau Rempang, Batam, Kamis (3/9/2023).
Bentrok dipicu adanya penolakan warga saat pengukuran lahan untuk proyek Rempang Eco City. Hal ini membuat anak-anak SD yang sedang berada di dalam sekolah ini terkena gas air mata. Video yang memggambar suasana ketakutan di dalam sekolah ini beredar luas di media sosial.
"Tembak aja (gas air mata), ini kan anak-anak semua, harapan bangsa. Masa anak sekolah semua (kenak juga). Anak-anak banyak yang pingsan," ucap salah seorang emak-emak dalam kondisi panik seperti dilihat dari akun facebook @semuatentangbatam.
Dalam video terlihat sejumlah warga lainnya menyelamatkan diri dengan berjalan kaki. Ada yang membawa anak pelajar yang pingsan naik motor.
Dalam video lainnya tampak aparat gabungan dari Satpol PP, Polri dan TNI dengan beringas memukul mundur warga menggunakan gas air mata dan water canon. Sejumlah orang juga ditangkap.
Dalam narasinya, pengunggah video menyebutkan jika kericuhan terjadi saat petugas hendak melakukan pengukuran untuk investasi dan pengembangan di Pulau Rempang dan Galang, Batam.
"Kericuhan memanas mulai dari jembatan empat Barelang sekitar pukul 10:30 WIB, dimana TIM Gabungan dengan watercanon dan gas airmata berusaha melindungi petugas BP Batam/pemerintah terkait untuk melakukan pengukuran dan mematok lahan yang akan digunakan untuk investasi dan pengembangan di Pulau Rempang dan Galang. (Kamis, 07 September 2023)," tulisnya.
"Harapan: Semoga masalah ini cepat terselesaikan, antara pemerintah dengan masyarakat di Rempang sama sama mendapatkan solusi yang terbaik," sambungnya.
Sontak saja warganet yang melihat ini mengajak solidaritas seluruh masyarakat untuk membantu masyarakat yang terancam akan direlokasi demi kepentingan investasi.
Baca Juga: Heru Budi Minta Maaf KTT ke-43 ASEAN Bikin Macet Jakarta: Tapi Kan Sudah Diimbau WFH
"Perjuanganku lebih mudah mengusir penjajah, tetapi perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri" IR.Soekarno," ungkap warganet.
"Turut prihatin sama warga sana dan anak-anak yang gak bersalah ikut terkena juga," ujar warganet.
"Banyak anak sekolah SD dan SMP yang jadi korban, warga sipil banyak yang ditangkap dan dipukulin," kata warganet.
"Mak eh dah kaya dijajah wak,,,Dulu pejuang melawan penjajah untuk mendapatkan tanah di negeri sendiri untuk rakyat supaya merdeka,,, Sekarang terbalik yang di lawan malah rakyat sendiri,,,Kata nya indonesia merdeka 78tahun,,," kata warganet.