Suara Sumatera - Keluarga Sapri Pantun kini harus menyambung hidup dari warung soto peninggalan almarhum Sapri.
Semasa hidupnya, Sapri Pantun ternyata tidak memiliki tabungan. Sapri hanya memiliki satu buah warung soto yang kini dilanjutkan oleh sang adik, Dolly.
"Kalau tabungan almarhum, jujur aja, nggak ada. Yang ada ya tinggal warung soto Bang Sapri itu," ungkap Dolly dikutip dari Suara.com.
Beruntung warung soto peninggalan Sapri Pantun ini membuat keluarga almarhum tidak kelaparan.
"Karena kami jual makanan, ya Insya Allah nggak sampai lapar lah. Kadang buat makan atau misal butuh jajan, anak-anaknya ngambil ke soto," kisah Dolly.
Hanya saja jika untuk membeli kebutuhan lain, Dolly mengatakan, penghasilan dari warung soto Bang Sapri tidak mencukupi.
Sedikitnya penghasilan dari warung soto ini membuat keluarga Sapri Pantun menjual mobil milik Sapri untuk menyambung hidup.
"Baru 5 bulan kemarin mobil dijual sama istrinya. Ya nggak ada apa-apa lagi," terang Dolly.
Besar harapan Dolly untuk dirinya dan keluarga tetap bisa mempertahankan warung soto peninggalan Sapri Pantun. Mereka tak tahu harus berbuat apa lagi kalau satu-satunya lahan penghasilan sampai tutup.
Baca Juga: Beda dengan Prabowo, Cak Imin Anggap Politik Uang Utang dan Minta Publik Hindari Serangan Fajar
"Itu sekarang jadi usaha kami bareng. Ya gimana caranya deh, biar nggak tutup. Tinggal itu doang peninggalan Bang Sapri," ucap Dolly.
Mengenai biaya sekolah anak Sapri, Dolly mengaku pihaknya mendapat bantuan beasiswa dari Raffi Ahmad.
"Anak yang pertama itu dapat beasiswa, dibantu Raffi Ahmad. Jadi anak pertama ini dibantu sampai lulus SD. Nanti katanya Insya Allah berkelanjutan sampai SMP," jelas Dolly.
Sapri Pantun meninggal dunia pada Mei 2021 akibat tingginya kadar gula darah. Sempat menjalani operasi, nyawa Sapri tetap tidak tertolong.