Suara Sumatera - Dinar Candy mengakui pernah mempromosikan judi online. Gara-gara masalah ini, Dinar pernah diperiksa polisi.
Kasus promosi judi online yang menjerat Dinar Candy ini terjadi di tahun 2017 lalu. Menurut Dinar, kasus itu kini sudah selesai.
"Sudah selesai (kasus promosikan situs judi online)," kata Dinar Candy dikutip dari Suara.com, Kamis (14/9/2023).
Menurut Dinar, tidak hanya dirinya yang diperiksa polisi saat itu. Ada sekitar 50 selebgram yang juga terlibat promosi judi online.
Gara-gara kasus ini, Dinar Candy mengaku uang miliknya di rekening sempat dibekukan oleh penyidik kepolisian.
"Saya dipanggil Polda Metro Jaya tahun 2017. Semua sudah selesai. Uang saya dibekukan selama 2 bulan untuk diperiksa," tambahnya.
Dalam kasus promosi judi online yang kini tengah diusut Bareskrim Polri, Dinar Candy memastikan dirinya tidak lagi terlibat.
"Tidak, tidak ada keterlibatan saya dalam kasus ini saat ini. Saya sudah di-BAP dua kali," jelas Dinar.
Dinar Candy menerangkan, para bandar judi online itu menggunakan modus permainan judi seperti game online.
Baca Juga: Abidzar Al Ghifari Tak Wajibkan Pacar Pakai Jilbab, Apa Alasannya?
"Banyak dari mereka yang menyembunyikan hal ini, seperti yang terjadi pada saya saat saya mendapat tawaran yang terlihat seperti permainan game online. Namun, setelah kami memeriksa situs webnya, ternyata itu adalah situs judi," cerita Dinar.
Ia kemudian memberikan peringatan kepada selebgram-selebgram baru untuk berhati-hati terhadap praktik promosi judi online yang dilakukan dengan cara yang tidak jujur ini.
Terutama karena, menurut Dinar, jumlah penghasilan yang dijanjikan oleh pihak-pihak tertentu ini sangat fantastis. Bahkan, ia mendengar kabar bahwa para artis dapat membayar hingga tiga digit untuk berbagi cerita selama 15 detik.
"Setahu saya, semua terlibat dalam hal ini membayar tiga digit hanya untuk berbagi cerita selama itu," ungkap Dinar Candy.