Suara Sumatera - Virly Virginia menjadi perbincangan di media sosial setelah terlibat dalam pembuatan film dewasa.
Virly Virginia menceritakan awal mula keterlibatannya dalam produksi film dewasa itu. Ia mengatakan, awalnya tak tahu akan menjadi pemain dalam film dewasa tersebut.
Menurut Virly Virginia, tawaran yang datang pertama kali adalah foto bukan syuting film beradegan dewasa.
Namun ternyata apa yang dijanjikan pihak rumah produksi berbeda dengan kenyataan. Virly ternyata diharuskan berperan dalam film dewasa.
Meski tidak dipaksa oleh pihak Kelas Bintang, ia menerima tawaran tersebut karena terpaksa dalam kondisi keuangan.
Dalam melakukan adegan intim, Virly Virginia mengaku bukan aksi nyata melainkan hanya teknik kamera.
Virly Virginia sendiri menyesal terlibat dalam pembuatan film dewasa tersebut karena berdampak besar terhadap kehidupannya.
Dalam kasus ini, terdapat lima orang yang ditangkap terkait pembuatan film tersebut, termasuk JAAS (kameramen), AIS (editor), AT (sound engineering), SE (sekretaris dan juga pemeran wanita), serta Virly Virginia. Setiap film memiliki rata-rata durasi 1 hingga 1,5 jam.
Selain itu, polisi juga mengungkap bahwa terdapat sekitar 10 ribu pengguna yang menikmati film-film porno tersebut.
Baca Juga: Mohon Doanya, Brisia Jodie dan Antonio Umumkan Bakal Menikah Tahun Depan
Dalam kasus ini, para talent atau pemain yang terlibat dalam pembuatan video porno menerima honor sekitar Rp 10-15 juta per judul.