Suara Sumatera - Presiden Joko Widodo atau Jokowi buka suara soal isu adanya bakal calon presiden disebut menampar dan mencekik hingga menampar wakil menteri.
Jokowi mengaku tak heran dengan adanya kemunculan berita-berita yang menyudutkan bacapres di tahun politik.
"Setahu saya tidak ada peristiwa seperti itu, masa nyekik? memang tahun politik ini banyak berita-berita seperti itu," katanya seperti dilihat dari unggahan akun X @kosongwolu, Selasa (19/7/2023).
Jokowi lalu menyampaikan kepada publik di saat tahun politik ini, agar tidak mentah-mentah menelan setiap berita yang diproduksi untuk menyerang calon lain
"Tolong dikroscek kebenarannya, jangan terima mentah-mentah setiap ada berita," ungkapnya.
Sebelumnya, isu itu dilempar ke publik oleh Direktur Seword Media Utama, Alifurrahman Asyari. Ia mengatakannya lewat video yang diunggah di kanal YouTube-nya SEWORDTV.
Alifurrahman mengungkapkan bahwa cerita seorang bacapres yang menampar dan mencekik wamen itu awalnya beredar di grup WhatsApp.
"Ada salah seorang capres yang masih menjadi menteri itu katanya mencekik salah satu menteri. Jadi ada capres menteri nyekik wakil menteri saat rapat kabinet belum mulai dan sebelumnya katanya ditampar. Ini kemudian ditanyakan di grup WA," ujar Alifurrahman.
Saat peristiwa itu terjadi, Alifurrahman menyebutkan bahwa para menteri lain langsung mencoba melerai.
Baca Juga: Herman Deru Dapatkan Gelar Gubernur Bina Sena dari IMF 2023
"Dalam situasi yang seperti itu para menteri akhirnya melerai karena sudah chaos," terangnya.
Kabar adanya bacapres yang menampar wamen ini kemudian menjadi trending di twitter/x. Kata kunci wamen menempati posisi puncak trending topik.
Juru bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan tanggapan jika fitnah dan hoaks masih sering ditebar.
"Mas/Mbak Buzzer fitnah dan hoax kok masih rajin ditebar dan dimainkan," cuitnya seperti dilihat dari akun X, Senin (18/9/2023).
Dahnil menjelaskan kalau pihaknya tetap mengajak semua untuk bersatu demi Indonesia.
"Kami Insya Allah tetap dalam posisi mengajak anda semua untuk sama-sama jaga Indonesia, tetap bersatu karena tantangan Indonesia 10 tahun kedepan pasti lebih tidak mudah," katanya.