Suara Sumatera - Wali Kota Medan buka suara soal video viral sekelompok guru SMP Negeri 15 Medan mengaku diintimidasi dan gajinya ditahan kepala sekolah.
Menantu Presiden Jokowi ini mengatakan telah meminta Dinas Pendidikan Kota Medan mengkonfirmasi apa yang disampaikan guru maupun kepala sekolah. Pemeriksaan dilakukan untuk melihat duduk perkara kasus itu sebenarnya.
"Saya sudah minta diperiksa semua, baik kepala sekolah, termasuk guru," kata Bobby, kemarin.
Dari informasi yang didapat Bobby, adanya guru yang mengajar di sekolah lain. Guru itu juga jarang masuk karena lebih memilih mengajar di sekolah lain.
"Dia ASN, mengajar di SMP Negeri 15, tapi saya dapat informasi dia jarang masuk, lebih memilih mengajar di SMP swasta," ungkapnya.
Menurut Bobby, apa yang viral di media sosial tidak bisa dikatakan kebenaran mutlak. Oleh karena itu, Bobby meminta ada pemeriksaan kepada guru yang berada di dalam video. Jika ditemukan adanya pelanggaran maka akan ditindak tegas.
"Jika memang pelanggaran disiplin berat, harus hukuman berat juga. Karena dia meninggalkan tugasnya di SMP Negeri itu. Bukan karena viral dia yang benar," ungkap Bobby.
Bobby menegaskan cara kepala sekolah memberi hukuman mungkin salah dan sudah ditegur. Namun dasar dia memberikan hukuman juga harus dihargai.
Sebelumnya, viral video yang memperlihatkan sejumlah guru SMP Negeri 15 Medan menangis di dalam ruangan sekolah. Video itu diunggah akun Instagram @medantau.
Baca Juga: 5 Teknik Pendekatan Emosional untuk Merangsang Murid Belajar dengan Nyaman
Dalam video terlihat sejumlah perempuan dan guru laki-laki menangis terisak-isak. Salah seorang guru wanita menegaku menangis karena kerap mendapatkan surat panggilan (SP) dengan alasan tidak jelas. Bahkan gaji mereka juga tertahan.
"Pak kami dari guru SMP 15 seperti inilah kami ditekan, diteror kami secara mental dibuat surat panggilan satu, panggilan dua. Gak sewajarnya seperti ini kami," kata wanita itu, dilihat Minggu (17/9/2023).
"Surat panggilan satu tidak berdasar, surat panggilan dua tidak berdasar, surat panggilan tiga pun tidak berdasar. Kenapa kami dipanggil pak kabid, sampai hari ini gaji kami ditahan, belum gajian tanpa alasan yang jelas," sambungnya.
Di video itu juga terdengar guru-guru lain menangis. Mereka terlihat shock atas adanya surat peringatan dari kepala sekolah.
"Dari narasi video tersebut, mereka melaporkan kepala sekolah karena diduga menahan gaji para guru ASN, sehingga guru-guru yang melaporkan tersebut diberikan surat peringatan," tulis pengunggah video.