Suara Sumatera - Sosok Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto ternyata menjalin persahabatan dengan seorang mantan preman Hercules. Persahabatan ini terjalin saat terjadi peristiwa Timor Timur, yang mana keduanya saling mendukung.
Diketahui Hercules yang bernama lengkap Jaya Rosario de Marshal, menjadi pejuang Timor Timur yang membantu TNI dalam mensuplai senjata. Ceritanya bermula dari Hercules yang mengaku berhutang nyawa pada Prabowo Subianto.
Meski menjadi seorang preman yang ditakuti, Hercules terlibat perang di Timor Timur. Keduanya dikenal dekat, sampai kekinian.
Dukungan terhadap Prabowo Subianto pun sampai saat ini, yang mendukung menjadi Capres pada Pilpres 2024. Ada kedekatan emosional dari perang Timor Timur antara kedua orang tersebut.
Saat perang itu Hercules menjadi pejabat pengangkut logistik untuk TNI, adanya operasi Seroja saat itu. Hercules kehilangan oraang tua.
Prabowo dinilai sebagai seorang yang bisa menyerang Hercules, tanpa mengangkat tangannya. Ada juga cerita Hercules membantu Prabowo Subianto saat terangkap musuh.
Ada pula cerita lainnya, saat Hercules kecelakaan hingga mengakibatkan tangan kanannya harus diamputasi. Pengakuan Prabowo Subianto, meski Hercules merupakan preman bengis namun berjanji akan memperbaiki diri.
"Memang imagennya brandalan, tapi ia berjanji memperbaiki dirinya," aku Prabowo Subianto belum lama ini.
Saat kecelakaan pesawat tersebut, Prabowo Subianto pun membantu Hercules sehingga dirawat di RSUP Gatot Subroto, Jakarta.
Baca Juga: Head to Head Indra Sjafri vs Sin Yong-nam: Adu Hebat Pelatih Timnas Indonesia Lawan Korea Utara
Hercules yang merupakan preman di kawasan Tanah Abang memang membentuk kelompok besar dengan anggota melebihi 17 ribu orang.
Meski pun bertubuh kecil, Hercules memang dikenal punya nyali tinggai hingga memimpin tawuran antar kelompok sehingga tidak bisa mati dari situasi berbahaya, meski sudah dibacok 16 kali dan peluru menembus bagian matanya.
Hercules menyampaikan dukungan dari pihaknya untuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjadi capres di Pilpres 2024 merupakan harga mati.
"Kecuali beliau angkat bendera putih, mungkin GRIB bisa ambil tindakan ke mana. Namun saat ini, harga mati untuk (mendukung) beliau (Prabowo Subianto)," ujar Hercules kepada wartawan di sela-sela kegiatan syukuran ulang tahunnya sekaligus silaturahim kader GRIB Jaya, di kediamannya di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Sabtu.