Suara Sumatera - Dukungan Partai Demokrat kepada calon presiden atau capres Prabowo Subianto seolah mengingatkan momen persahabatan keduanya. Dalam memaksimalkan dukungannya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY memastikan akan mendukung langsung Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.
Dukungan turun gunung akan dilakukan agar Prabowo Subianto menang dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Belakangan cerita mengenai Prabowo Subianto pernah memukul SBY kembali viral di media sosial TikTok.
Video yang memperlihatkan bagaimana sosok Himawan Sulistyo menceritakan persahabatan kedua jenderal ini. Diketahui SBY dan Prabowo Subianto berasal dari angkatan yang sama di angkata militer (akmil). Namun banyak yang tidak mengetahui mengapa Prabowo Subianto malah bisa tinggal kelas dibandingkan SBY.
Sampai kekinian, cerita ini pun masih menjadi misteri, karena baik SBY maupun Prabowo tidak pernah membahas dan mengukitnya kisah ini lagi.
Diceritakan Himawan, jika tidak banyak yang berani bertanya mengapa Prabowo yang seharusnya lulus pada angkatan 73 namun ternyata diluluskan pada angkatan 74.
Padahal hampir semua mengetahui jika Prabowo merupakan siswa yang pintar. "Katanya Prabowo pinter, kok bisa tinggal kelas di akmil?," tanya Himawan membeberkan.
Tidak lain penyebabnya, jika Prabowo disebutkan ketahuan memukul sosok SBY.
Saaat itu, Prabowo ketahuan kabur ke Jakarta karena ingin menghadiri acara yang digelar calon istrinya, Titik, anak Presiden Soeharto.
"Alasnnya karena Prabowo gebukin SBY. Saat itu, ada Prabowo, Riyamichard, dan ada 4 orang kabur ke Jakarta karena acara Titik. Ketahuan mereka, dihukum sama gubernur akmil saat itu," ucapnya.
Baca Juga: Update Klasemen medali Asian Games 2022: Indonesia Berada di 10 Besar
Perihal ketahuan karena diduga SBY yang membocorkan peristiwa itu. Karena menurut Prabowo, hanya SBY yang diajak namun tidak mau ikut ke Jakarta.
"Apalagi kebetulan saat itu, gubernur saat akmil ialah Sarwo Edi, yang tidak lain ayah Ani Yudhonono, istri SBY, jadi Prabowo ketahuan kabur ke Jakarta," jelas ia.
Akibatnya Prabowo dihukum pada hari Senin, padahal sudah ketahuan sejak hari Minggu.
"Pada Senin dimarahin, Minggu tertangkap, Senin malam Prabowo temui SBY sampai terjadi gebuk dan SBY boyok-boyok," terangnya.
Kisah yang belum tervefirikasi ini pun kembali viral dengan ramai komentar netizen.
Netizen mengingatkan jika hubungan politik memang bisa menghapus kisah masa lalu. Dalam politik, teman dan lawan memang terasa tidak abadi.