Suara Sumatera- Nama Edi Darawan Salihin atau ayah Mirna Salihin kembali ramai dibahas publik setelah film dokumentar berjudul Ice Cold: Murder, Coffee dan Jessica Wongso tayang sebagai film dokumenter Netflix.
Dalam film tersebut, sosok ayah Mirna menjadi tokoh yang paling banyak mengungkapkan perjalanan kasus pembunuhan anaknya tersebut.
Dia sangat berjuang mati-matian membela sang anak. Ia juga rela mengeluarkan banyak uang untuk melawan Otto Hasibuan, pengacara Jessica saat itu.
"Dia (kubu Jessica Wongso) keluar uang. Ya papa pakai (uang), tapi engga banyak. Dia orang habis banyak."
Disebutkan juga Edi sangat berjuang, dengan berbagai kemampuan yang ada. Edi mengungkapkan mengeluarkan segala upaya, melawan kuasa hukum dari keluarga Jessica.
"Untung papa defense Mirna. Sendiri, tanpa lawyer. Jadi dengan kekuatan papa, power papa, semua papa keluarin, papa lawan. Pokoknya papa mesti mati-matian pada saat itu," ujar Edi.
Edi Darmawan Salihin bergelut di bidang garmen yang dibangun di kawasan Cengkareng Banten yang sebelumnya dikelola langsung oleh mendiang Mirna Salihin.
Selain garmen, ayah Mirna juga memiliki usaha jasa ekspedisi. Edi Darmawan memiliki usaha bidang ekspedisi dengan nama perusahaan PT Fajar Indah Cakra Cemerlang.
Perusahaannya ini diketahui berada di kawasan Jakarta Pusat.
Baca Juga: Senjata Api Walther yang Ditemukan di Rumah Mentan SYL Seharga Mobil
Penghasilan lainnya yang didapat oleh Edi Darmawan Salihin dari film film dokumenter film Netflix, Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso. Hal ini karena Edi Darmawan Salihin berperan langsung dalam film tersebut.
Itu dia beberapa sumber penghasilan yang dimiliki oleh Edi Darmawan Salihin.
Sosok Edi Darmawan Salihin adalah sosok yang paling ngotot agar Jessica Wongso dipenjara bahkan di persidangan pun terjadi keributan atas desakannya.