Suara Sumatera - Marshela Aprilia, mantan kekasih Pratama Arhan dan temannya Valdi Ghifari menjadi sasaran hujatan netizen di media sosial.
Pasalnya Marshela Aprilia dan Valdi Ghifari dianggap sudah merendahkan sosok Pratama Arhan dengan menyebut pemain Timnas Indonesia itu miskin.
Pernyataan yang dilontarkan Valdi Ghifari dan disambut tawa oleh Marshela Aprilia ini membuat geram para netizen.
Bahkan kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam sampai turun tangan membela Pratama Arhan yang dihina miskin.
Lewat cuitan di Threads, Asnawi menyindir sosok Marshela Aprilia.
"Bilangnya miskin tapi nyatanya dulu dibiayain, chuakss (emoji tertawa)" tulis Asnawi Mangkualam dalam threads pada Senin (2/10/2023) menyindir balik Marshella.
Pratama Arhan langsung merespons postingan Asnawi Mangkualam dengan emoji menutup mulut dengan satu jari.
Bukannya merasa bersalah, Valdi malah menantang balik netizen untuk terus menghujatnya. Namun yang terjadi sebaliknya. Valdi malah mengubah status akun Instagramnya menjadi privat.
Lagi-lagi Asnawi Mangkualam memberikan komentar menohok terhadap Valdi Ghifari yang mengaku berprofesi sebagai dokter itu.
Baca Juga: 3 Trik Membeli Produk Reksa Dana Bibit Bila Ingin Minim Risiko Merugi
"Katanya mempersilahkan, tapi nyatanya nggak nyampe sejam di-private lagi... chuaks," ujar Asnawi pada Selasa (3/10/2023).
Sejak kasus ini merebak, pengikut akun Instagram Valdi melonjak tinggi yang tadinya hanya 3.000, naik drastis menjadi hampir 11.000.
Sementara Marshella Aprilia langsung meminta maaf dan memberikan klarifikasi atas perilaku mereka yang mengejek Pratama Arhan miskin.
"Maafkan aku & temanku yang satu ini @valdighifari ya guys karena responya yang kurang bijaksana terhadap like & dislike yang ada & beliau menyinggung pihak lain," tulis Marshela.
Marshela menyadari kesalahan dirinya yang malah tertawa bukannya menegur Valdi saat menyinggung Pratama Arhan dengan sebutan miskin.
"@valdighifari sebenarnya temanku ini orangnya suka bercanda & maksudnya baik, hanya ingin membela temannya, tapi kita sadar tindakan kami kemarin tidak bisa dibenarkan," tulis Marshela.