Dukung Gerakan Mahasiswa Anti PKI, Pesan Suharto ke Kas Kostrad: Jagalah Anak-anak Muda Ini Jangan Sampai Jadi Korban

Suara Sumatera

Selasa, 03 Oktober 2023 | 18:10 WIB
Dukung Gerakan Mahasiswa Anti PKI, Pesan Suharto ke Kas Kostrad: Jagalah Anak-anak Muda Ini Jangan Sampai Jadi Korban
Ilustrasi Suharto. Suharto mendukung gerakan mahasiswa anti PKI. (Internet)

Suara Sumatera - Sejak meletusnya Gerakan 30 September 1965 alias G30S, situasi politik di Indonesia menjadi tidak stabil. 

Mulai muncul desakan dari mahasiswa meminta Presiden Sukarno membubarkan PKI. Gelombang demonstrasi mahasiswa ini mendapat dukungan dari perwira TNI AD. 

Ini diceritakan Kemal Idris dalam bukunya yang berjudul “Kemal Idris Bertarung Dalam Revolusi”. Menurut Kemal Idris, Angkatan Laut dan Angkatan Udara tidak suka dengan gerakan mahasiswa. 

Kedua angkatan ini mencemooh gerakan mahasiswa yang mengkritik Sukarno. Ini dikarenakan Angkatan Laut dan Angkatan Udara adalah pendukung setia Bung Karno. 

Sempat beredar kabar akan ada penyerangan terhadap gerakan mahasiswa. Namun itu ternyata hanya kabar burung belaka. 

Kemal Idris yang saat itu menjabat Kepala Staf Kostrad mengerahkan pasukannya mengawal gerakan mahasiswa dalam setiap aksi demonya. 

Kemal bahkan menempatkan pasukannya berjaga di markas Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI). Kemal lalu dipanggil Mayjen Soeharto sebagai Panglima Angkatan Darat. 

“Jagalah anak-anak muda ini jangan sampai mereka menjadi korban. Gerakan mereka adalah gerakan kita juga,” kata Soeharto ke Kemal.

“Pak Harto, saya sudah mendahului mengamankan mereka,” jawab Kemal Idris. 

baca juga

“Oh baik, jangan sampai jatuh korban,” pesan Soeharto. 

Dukungan militer terhadap gerakan mahasiswa ini juga diungkapkan Sarwo Edhie Wibowo dalam bukunya “Kebenaran di Atas Jalan Tuhan”.

Sarwo Edhie yang saat itu Komandan RPKAD, mengaku sering mengadakan pertemuan dengan mahasiswa di rumahnya.

Sarwo Edhie juga pernah hadir di kampus UI memberikan dukungan terhadap gerakan mahasiswa.

Gelombang aksi mahasiswa terus terjadi hingga menghasilkan yang namanya Tritura atau Tri Tuntutan Rakyat. Isi Tritura adalah Bubarkan PKI, Rombak Kabinet Dwikora dan Turunkan Harga.

Menurut Kemal, ia menyaksikan bagaimana mahasiswa menghalangi para menteri ikut rapat kabinet, mengempesi ban mobil yang parkir di pinggir jalan agar tidak sampai ke Istana.

Mahasiswa memboikot pelantikan kabinet baru Sukarno. Menurut mahasiswa, Sukarno masih menempatkan orang-orang PKI di dalam kabinetnya.  

Gelombang aksi mahasiswa ini berujung pada matinya mahasiswa bernama Arif Rahman Hakim pada 24 Februari 1966.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Siapa Mahasiswa UMY Bunuh Diri dari Lantai 4 Asrama? Sosoknya Sempat Minum Obat 20 Butir

Siapa Mahasiswa UMY Bunuh Diri dari Lantai 4 Asrama? Sosoknya Sempat Minum Obat 20 Butir

Lifestyle | Selasa, 03 Oktober 2023 | 15:58 WIB

Sukarno Menolak Suharto Jadi KSAD, Lebih Pilih Ahmad Yani karena Alasan Ini

Sukarno Menolak Suharto Jadi KSAD, Lebih Pilih Ahmad Yani karena Alasan Ini

Sumatera | Selasa, 03 Oktober 2023 | 15:43 WIB

Mahasiswa UMY Tewas Usai Lompat dari Lantai 4, Sempat Konsumsi 20 Butir Paracetamol

Mahasiswa UMY Tewas Usai Lompat dari Lantai 4, Sempat Konsumsi 20 Butir Paracetamol

Jogja | Senin, 02 Oktober 2023 | 17:34 WIB

Cerita Yurike Sanger Mualaf Dinikahi Soekarno, Lalu Pindah Agama Usai Memanasnya G30S

Cerita Yurike Sanger Mualaf Dinikahi Soekarno, Lalu Pindah Agama Usai Memanasnya G30S

Lifestyle | Senin, 02 Oktober 2023 | 15:18 WIB

3 Macam Tipe Cumlaude yang Dapat Kamu Raih sebagai Seorang Mahasiswa

3 Macam Tipe Cumlaude yang Dapat Kamu Raih sebagai Seorang Mahasiswa

Your Say | Senin, 02 Oktober 2023 | 12:58 WIB

Terkini

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:52 WIB

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:32 WIB

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:03 WIB

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:51 WIB

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:46 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Banten | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:30 WIB

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:21 WIB

Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:05 WIB