Suara Sumatera - Erina Gudono curhat mengenai keputusan berat melepas suaminya Kaesang Pangarep terjun ke dunia politik.
Diketahui, putra bungsu Presiden Joko Widodo atau Jokowi ini akhirnya memantapkan diri untuk berkecimpung di politik. Dalam hitungan singkat, Kaesang sudah didapuk menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (Ketum PSI).
"Kae, Sang Pangarep," tulis Erina membuka curhatnya di akun instagram miliknya, dilihat Kamis (5/10/2023).
Erina menceritakan satu minggu sebelum deklarasi Kaesang sebagai Ketum PSI, keduanya sempat berdiskusi sekaligus persiapan pidato pertama Kaesang.
"Dari poin yang udah didiskusikan di partai, Mas Kaesang kembangin lagi, bahkan dia ketik sendiri pidatonya, lalu latihan beberapa kali," ungkapnya.
"Aku karena nggak tega, nawarin bantu jadi juru ketik ataupun cari orang lain bantu ketikin pun Mas nolak, karena kata Mas harus benar benar dari pemikiran dan hatinya sendiri," sambungnya.
Secara blak-blakan, Erina menyampaikan kalau dirinya tidak paham tentang dunia politik.
"Dan salah satu keputusan paling berat yang aku buat adalah merestui Mas berjuang di sini. Bukan keputusan sehari dua hari tapi udah sangat lama dipertimbangkan," ungkapnya.
Erina memastikan dirinya akan menjadi pendamping dan orang pertama yang menjadi pengkritik buat Kaesang.
Baca Juga: Pemain Keturunan Absen Bela Timnas Indonesia vs Brunei karena Cedera, Terbaru Jordi Amat
"Percayalah, sebelum dikritik orang lain, aku yang duluan dan paling banyak kritik dan kasih masukan membangun ke Mas dari segala aspek, for the sake of memastikan Mas 1000 % sungguh-sungguh dalam mengerjakan ini. Karena gak bisa setengah. Harus yakin," jelasnya.
Dirinya menuturkan bersama Kaesang, mereka banyak diskusi, berdoa, dan hal yang membuat Erina yakin dan ikhlas adalah Kaesang yang menurutnya memiliki hati yang tulus.
"Dengan pemikiran luas dan hatinya yang tulus, Insya Allah dia bisa berbuat banyak hal baik," yakin Erina.
Berkat keyakinan dan keikhlasan ini, Erina melihat pidato perdana suaminya yang menurutnya sebagai pidato politik terbaik.
"Animonya luar biasa, sesederhana banyak yang nonton di rumah bilang akhirnya ada ketua partai yang berpidato, tapi tetap dapat terlihat sebagai teman, sebagai kakak, sebagai adik, sebagai murid, sebagai panutan, yang sedang meminta doa restu dalam bertumbuh membawa kapal kecil bernama PSI," puji Erina.
Di akhir curhatnya, Erina mendoakan agar suaminya berhasil di dunia politik. Begitu juga dengan PSI, partai politik yang kini dinakhodai anak muda bernama Kaesang juga dapat sukses.