SuaraSumedang.id – Orgasme yang dialami oleh wanita seringkali dijadikan sebagai tujuan akhir dari kegiatan mesra sepasang kekasih.
Namun, banyak wanita tidak mengalami orgasme selama hubungan seksual sampai usia 20-an atau bahkan 30-an.
Beberapa orang tidak tahu bahwa wanita juga bisa merasakan orgasme seperti halnya pria.
Dilansir dari suara.com Sabtu (13/08/2022), sebuah studi yang terbit di Journal of Sexual Medicine edisi bulan ini menunjukkan seorang profesor ilmu saraf di Universitas Charles di Praha telah mengidentifikasi tiga cara wanita orgasme.
Profesor James Pfaus yang juga dikenal sebagai 'ilmuwan vagina' ini memimpin penelitian yang merekrut 54 wanita. Mereka diminta untuk masturbasi hingga mencapai klimaks menggunakan vibrator, lapor New York Post.
Mainan seks ini menampilkan sensor di setiap sisinya, yang dirancang untuk mendeteksi kekuatan kontraksi dasar panggul, yang menginduksi orgasme.
Setelah menganalisis hasilnya, Pfaus menemukan bahwa otot-otot vagina bergerak dalam tiga cara berbeda, seperti berikut:
1. The Wave
Orgasme paling umum yang disebut 'gelombang' atau 'the wave', di mana wanita mencapai klimaks melalui gelombang ketegangan dan pelepasan melalui otot dasar panggul.
Baca Juga: Wanita Ini Alami Culture Shock Saat Merantau ke Jakarta
2. An Avalanche
Orgasme kedua dinamai 'an avalanche', di mana wanita mengalami orgasme ketika ada ketegangan yang lebih tinggi di dasar panggul, lalu tiba-tiba turun saat mereka klimaks.
3. Volcano
Orgasme ketiga adalah 'gunung berapi' atau 'volcano', ketika dasar panggul tetap stabil pada ketegangan yang rendah sebelum tiba-tiba 'meledak' saat klimaks.
Penelitian lain yang terbit di jurnal Social Psychological and Personality Science bulan Januari menemukan banyak wanita memalsukan orgasme mereka untuk melindungi ego laki-laki.
Namun, para ilmuwan di sini menemukan bahwa 11 wanita benar-benar mengalami 'gunung berapi', 17 mengalami 'an avalanche', dan 26 mengalami 'gelombang'.
Dalam sebuah pernyataan, Pfaus mengatakan dia dan rekan-rekan sedang melakukan studi secara terpisah dalam skala yang lebih besar dan jangka waktu yang lebih lama.