SuaraSumedang.Id - Putri Candrawathi, istri mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo secara resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Penetapan Putri Candrawathi, menambah deretan baru daftar tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadi J.
Diketahui, sang suami, Ferdy Sambo sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Di lain sisi, penetepan istri mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo itu bukan tanpa barang bukti.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menyebut DVR CCTV menjadi barang bukti penetapan Putri Candrawathi.
Diketahui, barang bukti tersebut sempat diambil dan berupaya dihilangkan. Namun akhirnya berhasil ditemukan.
Menurutnya, DVR berisi rekaman peristiwa sebelum, sesaat, hingga sesudah peristiwa pembunuhan Brigadir J.
"Alhamdulillah CCTV yang sangat vital yang menggambarkan situasi sebelum, sesaat, dan setelah kejadian di Duren Tiga itu berhasil kami temukan dengan sejumlah tindakan penyidik," kata Andi. Dilansir dari Suara.com, Sabtu (20/8/2022).
Lebih lanjut, Andi mengatakan bahwa DVR CCTV menjadi bukti kuat bagi penyidik untuk menetapkan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi alias PC sebagai tersangka. Selain merujuk pada keterangan saksi-saksi.
"Inilah yang menjadi bagian dari circumstantial evidence atau barang bukti tidak langsung yang menjadi petunjuk bahwa PC (Putri Candrawathi) ada di lokasi sejak di Saguling sampai Duren Tiga dan melakukan kegiatan-kegiatan yang menjadi bagian dari pada perencanaan pembunuhan terhadap Brigadir Yosua," kata Andi.
Dalam perkara ini, Putri Candrawathi dijerat dengan Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana Subsider Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Dia terancam hukuman mati atau pidana penjara paling lama 20 tahun.