SuaraSumedang.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tambah kuota bantuan subsidi perumahan tahun 2023. Bantuan dilakukan melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Diketahui jumlah bantuan pada tahun 2022 sebanyak 200 ribu unit, sedangkan pada tahun 2023 bertambah 20 ribu menjadi 220 ribu unit.
Dilansir dari laman PUPR, hal itu disampaikan oleh Direktur Jendral Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Herry Trisaputra Zuna, selain bantuan unit rumah.
Pihaknya akan menambah anggaran belanja Rp 25,18 Triliun pada tahun 2023, terhitung lebih besar dibanding tahun 2022 hanya Rp 23 triliun.
“Program FLPP tahun 2023 akan didampingi dengan program Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) dengan jumlah sama 220.000 unit sebesar Rp0,89 triliun dan program Subsidi Selisih Bunga (SSB) senilai Rp3,46 triliun untuk pembayaran KPR akad Tahun 2015-2020,” kata Herry TZ saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI di Jakarta.
Ia juga menambahkan akan menyalurkan dana Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) sebesar Rp 4,64 triliun untuk 54.924 unit.
Artinya total target pada tahun 2023 pemberian bantuan pembiayaan rumah meningkat menjadi 274.924 unit dengan nilai Rp 34,17 triliun.
Adapun pembiayaan dari dana pembangunan rumah tersebut berasal dari dua sumber. Pertama dana dari APBN senilai Rp 29,53 triliun, kedua dana dari masyarakat berjumlah Rp 4,64 triliun.
“Untuk BP2BT, bank pelaksana masih fokus menerbitkan KPR subsidi dengan skema FLPP dibanding dengan skema BP2BT,” kata Herry TZ.
Baca Juga: Ekonom Tanggapi Kenaikan Harga BBM, Faisal Basri: Ringankan Beban Rakyat