SuaraSumedang.id - Perjalanan kasus pembunuhan Brigadir J alias Yosua Hutabarat terus berlanjut.
Perkembangan kasusnya pun selalu dinanti-nantikan banyak pihak. Fakta-fakta baru juga terus bermunculan.
Setelah dilakukan rekonstruksi, petugas pun melakukan tes lie detector kepada seluruh tersangka yakni, Bharada E, Bripka RR, Kuwat Maruf, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Terbaru, nasib malang menyelimuti Bripka RR. Diketahui dia diiming-imingi untuk diberikan biaya sekolah perwira oleh bos nya Ferdy Sambo hanya tinggal angan-angan saja.
Bak jatuh tertimpa tangga, nasib Bripka RR kini malah sudah diujung tanduk. Ancaman hukuman mati kini tengah dihadapi Bripka RR.
Di awal kasus pembunuhan Brigadir J, Bripka RR sepakat menjalankan skenario Sambo. Kuasa hukum Bripka RR, Erman Umar menilai janji-janji Sambo memberangkatkannya sekolah perwira lah yang membuat Bripka RR tak enak hati dan merasa memiliki utang budi. Ia tak memiliki pilihan lain selain ikut skenario Sambo.
"Dia (Bripka RR) berniat mau sekolah. Dipersiapkan (Ferdy Sambo) untuk Oktober," kata Erman Umar. Dilansir dari Suara.com, Rabu (14/9/2022).
Lebih lanjut, bagi Bripka RR, Sambo memiliki peran vital dalam kelanjutan nasib kariernya.
Diketahui, menempuh pendidikan sekolah perwira bukanlah hal mudah, terlebih biaya yang dikeluarkan juga tak sedikit.
Baca Juga: Deddy Corbuzier Tanya Motif Bjorka, Ahli Keamanan Cyber: Sepertinya Bukan Lagi Uang
Sambo menjanjikan akan menyekolahkan Bripka RR sebagai perwira kepolisian pada Oktober 2022. Ia akan ditempatkan di Magelang, Jawa Tengah, sekaligus untuk mengurusi anak Sambo yang juga sekolah di sana.