Terkait isu yang menuding bahwasanya Sabo adalah pembunuh dari Raja Arabasta yakni Cobra, Luffy sama sekali tidak percaya dengan hal tersebut.
Karena Luffy sendiri memang telah dekat dengan Sabo dan juga Ace sejak dari kecil.
Selanjutnya kala Luffy mengingat masa kecil mereka saat masih bersama, Luffy kemudian menceritakan impian masa kecilnya kepada Ace dan Sabo.
Tidak berselang lama Luffy selanjutnya menceritakan impian masa kecilnya kepada semua kru Bajak Laut Topi Jerami yang dipimpinnya.
Dalam manga diperlihatkan bagaimana mimik wajah para krunya saat mendengar apa yang menjadi impian masa kecil Luffy selama ini.
Namun sayangnya pada chapter ini kita belum diberitahu oleh Oda apa sebetulnya yang menjadi impian Luffy tersebut.
3. Klarifikasi Sabo Pada Dragon
Setelah di awal chapter kita disuguhi mengenai tuduhan, bahwa Sabo telah membunuh raja dari Arabasta yakni Cobra.
Akantetapi dipertengahan Chapter kita ditampilkan sebuah obrolan mengenai klarifikasi dari Sabo.
Baca Juga: Hasil FP3 MotoGP Aragon 2022: Jack Miller Tercepat, Marc Marquez Kecelakaan
Kepada pimpinan tertinggi pasukan revolusi yakni Monkey D Dragon bahwa dirinya bukanlah pelaku dari pembunuhan Raja Arabasta tersebut.
Dalam komunikasi yang menggunakan Snail Transponder tersebut Sabo pun menginformasikan.
Bahwa dirinya ketika di Marijoa melihat seseorang tengah mencoret kerajaan Lulusia dari peta.
Orang yang melakukan pencoretan tersebut kemudian ditampilkan adalah Im Sama yang masih dalam bentuk Siluet.
4. Penghancuran Kerajaan Lulusia
Dalam panel selanjutnya di Manga One Piece Chapter 1060, diperlihatkan juga Raja dari Lulusia yakni Seki dan Putrinya Komane yang tengah dipenjara.