4. Meringankan Pekerjaan Orang yang Berpuasa
Dijelaskan bahwa bagi wanita haid maupun nifas sangat dianjurkan untuk melayani orang yang sedang berpuasa.
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa dapat menunjukkan suatu kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya.” (HR Muslim).
5. Menimba Ilmu untuk Meraih Ketaatan yang Lebih Tinggi kepada Allah SWT
Wanita haid bisa melakukan hal ini dengan cara mendatangi majelis ilmu maupun mempelajari isi dalam buku.
6. Beramar Ma’ruf Nahi Munkar
Wanita haid dapat mendorong sesamanya untuk berbuat kebaikan dan menjauhi kemaksiatan. Misalnya, ketika membangunkan orang lain untuk sahur dan berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala yang sama seperti orang yang sahur dan berpuasa.
Apabila wanita haid membangunkan orang lain untuk melaksanakan shalat subuh, maka dia akan mendapatkan pahala seperti shalat subuh. Begitupun dengan amalan lainnya seperti tilawah atau membaca Al-quran, mencari ilmu, silaturahmi, dan sedekah.
7. Melaksanakan Berbagai Ketaatan Sekaligus Meminimalisir Kemaksiatan
Haid merupakan ketetapan Allah SWT bagi para wanita, jadi tidak perlu bersedih ketika memasuki masa haid saat berpuasa.
Dari Aisyah RA bahwa Nabi SAW pernah menemuinya ketika berada di Sarif sebelum masuk ke Makkah, beliau menemuinya sedang menangis karena datang bulan. Lalu bertanya, “Kenapa, apakah kamu sedang haid?”
Aisyah menjawab: “Ya”. Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya hal ini telah ditetapkan Allah atas wanita-wanita anak Adam, lakukanlah apa yang biasa dikerjakan dalam berhaji, namun kamu jangan thawaf di Ka’bah.” (HR Bukhari).
8. Memperbanyak Sholawat
Allah SWT berfirman dalam surah Al Ahzab ayat 56, yang artinya: Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
Orang yang banyak shalawat akan mendatangkan syafaat dari Rasulullah SAW.(*)