SuaraSumedang.id – Bulan suci Ramadhan dijadikan umat muslim sebagai ladang pahala, berikut adalah amalan yang bisa dilakukan saat wanita haid di bulan suci Ramadhan.
Pasalnya, umat muslim ini mengisi hari-hari dengan beribadah, seperti berpuasa, berdzikir, juga membaca Al-quran.
Namun, ada kalanya muslim perempuan khawatir tidak mendapatkan pahala karena sedang memasuki masa haid.
Perempuan haid termasuk salah satu golongan yang terhalang untuk berpuasa.
Dilansir dari kanal YouTube Tasyakur Daily pada Jumat (24/3/2023), meskipun terhalang haid saat puasa, ada sejumlah amalan supaya tetap mendapatkan keberkahan di bulan suci Ramadhan.
Ulama fiqih Sayyid Sabiq mengatakan dalam kitab Fiqih Sunnah-nya, “Wanita haid yang terhalang untuk puasa Ramadhan wajib mengganti puasa yang ia tinggalkan selama masa haid tersebut. Apabila ia memaksakan diri untuk berpuasa, puasanya tidak bermakna apapun alias batal.”
Berikut ini amalan yang baik dilakukan untuk wanita haid saat bulan Ramadhan.
1. Berdzikir dan Berdoa Memohon Ampunan Allah SWT
Rasulullah SAW menganjurkan untuk memperbanyak istighfar, berzikir dan berdoa untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.
Dari Abu Hurairah RA, menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan dan disukai Arrahman, Subhanallah Wabihamdihi dan Subhaanallul’azhiim.” (HR Bukhari).
2. Bersedekah
Bersedekah bisa menjadi satu amalan yang dapat dikerjakan oleh wanita haid.
Dari Abdullah bin Umar dari Rasulullah SAW, bersabda, “Wahai kaum wanita. Bersedekahlah kamu dan perbanyaklah istighfar, karena aku melihat kaum wanitalah yang paling banyak menjadi penghuni neraka.” (HR Muslim).
3. Memberi Makanan kepada Orang yang Berbuka Puasa
Hadits yang diriwayatkan dari Zaid bin Khalid Al-Juhani, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang memberi makan orang berbuka, dia mendapatkan seperti pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun,” (HR At-Tirmidzi)
4. Meringankan Pekerjaan Orang yang Berpuasa
Dijelaskan bahwa bagi wanita haid maupun nifas sangat dianjurkan untuk melayani orang yang sedang berpuasa.
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa dapat menunjukkan suatu kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya.” (HR Muslim).
5. Menimba Ilmu untuk Meraih Ketaatan yang Lebih Tinggi kepada Allah SWT
Wanita haid bisa melakukan hal ini dengan cara mendatangi majelis ilmu maupun mempelajari isi dalam buku.
6. Beramar Ma’ruf Nahi Munkar
Wanita haid dapat mendorong sesamanya untuk berbuat kebaikan dan menjauhi kemaksiatan. Misalnya, ketika membangunkan orang lain untuk sahur dan berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala yang sama seperti orang yang sahur dan berpuasa.
Apabila wanita haid membangunkan orang lain untuk melaksanakan shalat subuh, maka dia akan mendapatkan pahala seperti shalat subuh. Begitupun dengan amalan lainnya seperti tilawah atau membaca Al-quran, mencari ilmu, silaturahmi, dan sedekah.
7. Melaksanakan Berbagai Ketaatan Sekaligus Meminimalisir Kemaksiatan
Haid merupakan ketetapan Allah SWT bagi para wanita, jadi tidak perlu bersedih ketika memasuki masa haid saat berpuasa.
Dari Aisyah RA bahwa Nabi SAW pernah menemuinya ketika berada di Sarif sebelum masuk ke Makkah, beliau menemuinya sedang menangis karena datang bulan. Lalu bertanya, “Kenapa, apakah kamu sedang haid?”
Aisyah menjawab: “Ya”. Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya hal ini telah ditetapkan Allah atas wanita-wanita anak Adam, lakukanlah apa yang biasa dikerjakan dalam berhaji, namun kamu jangan thawaf di Ka’bah.” (HR Bukhari).
8. Memperbanyak Sholawat
Allah SWT berfirman dalam surah Al Ahzab ayat 56, yang artinya: Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
Orang yang banyak shalawat akan mendatangkan syafaat dari Rasulullah SAW.(*)
Sumber artikel: YouTube Tasyakur Daily
Link sumber artikel: https://www.youtube.com/watch?v=yKfeoh4JF1w&t=25s