Bisa jadi kamu adalah salah satu sosok people pleaser. Walaupun sifat ini merupakan hal yang baik namun jika terus menjadi kebiasaan malah dapat menurunkan kualitas hidup kamu lho.
Hal ini dikarenakan kamu terus menerus mengiyakan permintaan orang lain sedangkan ketika kamu sedang membutuhkan bantuan sifat ini malah bikin kalian takut untuk meminta tolong sehingga seringkali membuatmu malah mendapatkan banyak tekanan dan tuntutan yang seharusnya tidak kamu kerjakan. Bisa jadi salah satu penyebab munculnya burn out adalah sifat kamu ini.
Kamu tidak perlu terus-terusan menerapkan good girl syndrome untuk menyenangkan hati orang lain. Alih-alih menyenangkan diri sendiri, kamu justru lebih memilih mengorbankan kebahagian untuk orang lain, karena kamu menganggap diri sendiri bukanlah prioritas utama. Oleh karena itu, stop dari sekarang yuk!
Kamu dapat berhenti menjadi sososk people pleaser dengan mengingat satu hal ini, kebahagiaan diri sendiri adalah prioritas utama. Bukan berarti kamu berubah jadi seseorang yang egois dan berhenti membantu sesama.
Kalian juga memiliki hak untuk mengatakan “TIDAK” apabila permintaan dari orang lain terutama dalam lingkungan kerja tidak sesuai dengan kemampuan dan tugas kamu.
Kamu bisa memulainya dengan membuat beberapa list mengenai hal-hal yang jadi prioritas utama kamu sehingga kalian akan berfokus pada kewajiban utama bukan mengedepankan permintaan dari orang lain.
Karena kunci kebahagiaan diri sendiri adalah harus mulai berfokus pada hal-hal yang membuat diri sendiri bahagia. Kamu harus memprioritaskan kebahagiaan sendiri dibandingkan kebahagiaan orang lain.
Jika kamu berhasil membatasi diri dari permintaan yang berlebihan terutama berhenti menjadi seseorang yang people pleaser, dengan begitu kamu menemukan cara penting dalam mengatasi burnout yang berlebihan.
Kurangi Ekspektasi dan Berikan Apresiasi Terhadap Diri Sendiri
![Berikan Pujian pada Diri Sendiri sebagai Bentuk Rasa Syukur dan Apresiasi [freepik.com/stockking]](https://media.suara.com/suara-partners/sumedang/thumbs/1200x675/2023/03/27/1-6b42a0df-7526-4616-a803-3f6ba2fa7e30.png)
Menerapkan pola pikir dan bersikap realistis membuatmu dapat menurunkan ekspektasi terhadap pekerjaan yang sedang dikerjakan. Dengan cara ini, kecemasan dan stres di tempat kerja dapat berkurang.
Baca Juga: Hasil BRI Liga 1: Arema FC Tak Berdaya, Dihabisi 10 Pemain Bali United di Stadion PTIK
Apabila kalian sedang mengerjakan suatu project bersama tim dan atasan kamu. Sedangkan dari diri kamu sendiri memiliki banyak sekali planning dan perencanaan matang untuk project tersebut namun pada saat eksekusi, hasil yang kamu peroleh tidak sesuai dengan rencana awal.
Sehingga hal ini tentu saja bikin kamu badmood dan kecewa karena apa yang telah kamu persiapkan dengan matang tidak sesuai dengan ekspektasi.
Untuk menghindari kejadian ini, kalian hanya perlu berpikir realistis sebelum merencanakan sesuatu hal. Pasalnya, setiap manusia pasti ingin memperoleh hasil yang memuaskan.
Namun sayangnya, tidak semua yang diinginkan tersebut bisa terpenuhi. Usahakan untuk melihat situasi dan kondisi secara nyata sehingga kamu dapat beradaptasi dengan kemampuan orang lain di sekitar kamu dan tetap bisa menikmati proses yang dijalani, tanpa perlu merasa terbebani akan segala hal yang ingin dicapai.
Melalui cara ini, tentu rasa stres dan tekanan yang datang menyebabkan pada mental breakdown ataupun rasa gelisah berlebihan dapat diatasi. Hal ini sangat bermanfaat untuk tetap menumbuhkan kepercayaan kepada orang-orang yang telah membuatmu kecewa.
Cobalah untuk menerima keadaan dan hidup lebih tenang dengan tidak memikirkan sesuatu secara berlebihan. Jalani hari seperti biasanya dan teruslah menebar kebaikan untuk bisa melupakan kegagalan yang telah kamu lalui.