SUARA SUMEDANG - Komika, Raditya Dika bertandang ke Inggris untuk melihat pertandingan sepakbola Tottenham Hotspurs vs Chelsea.
Dalam videonya Raditya Dika menuturkan bahwa dirinya bukan penggemar sepakbola tetapi dia suka dan sering memainkan game sepakbola Footbal Manager.
Tujuannya datang ke Inggris adalah untuk merasakan bagaimana pengalaman menonton sepakbola secara langsung.
Selain itu, Raditya Dika juga melakukan sesi wawancara dengan pemain Tottenham Hotspur juga pelatihnya.
Pertama, ia mewawancarai Dejan Kulusevski dan menanyakan tentang tren healin
“Saya Raditya, dari YouTube Raditya Dika. Di Indonesia ada tren bernama healing, sebuah aktivitas untuk melepas stres,” ucap Raditya Dika.
“Di London, apakah kamu punya rekomendasi tempat healing di sini?” tanyanya.
Pertanyaan Radit itu langsung dijawab oleh pemain Hotspurs tersebut.
“Pertanyaan bagus. Di London, kota yang sangat sibuk, tetapi saya suka main ke taman bersama anjing saya,” ucap Dejan Kulusevski.
Baca Juga: Cerita Beratnya Meniti Karier, Prilly Latuconsina Justru Dibicir Warganet
“Saya senang melihat anjing saya main di taman, menyatu dengan alam. Terkadang pergi ke spa, mandi air panas atau sauna. Hal-hal seperti itu sangat membantu pikiran tenang,” lanjutnya.
Kedua, Radit mewawancarai pelatih Tottenham Hotspurs, Ryan Mason. Diketahui, ia merupakan pelatih termuda di Liga Inggris.
“Dalam hal melatih pemain yang lebih tua, bagaimana cara anda menjaga mental dan fisik mereka agar tetap dalam kondisi yang sangat baik?” tanya Radit.
Ryan pun menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Raditya Dika.
“Secara fisik pasti dari bagaimana kami latihan. Kapan dan bagaimana kami latihan dan kapan istirahat,” jawab Ryan Mason.
“Apalagi Tottenham punya jadwal yang padat, persiapan untuk pertandingan tiap tiga hari sekali, pergi keluar negeri dan banyak perjalanan lain. Tetapi, kami punya persiapan untuk itu, kami menghabiskan banyak energi untuk berpikir dan menyusun strategi yang dibutuhkan oleh para pemain,” sambung Ryan.