SUARA SUMEDANG – Asnawi Mangkualam bek tangguh milik timnas Indonesia yang kini merumput dengan klub Jeonnam Dragon di K League 2 Korea Selatan.
Baru-baru ini isu rasisme yang ada di persepakbolaan Korea Selatan hangat diperbincangkan, bahkan Asnawi Mangkualam ikut merasa geram.
Asnawi merasa geram dengan adanya pemain Lokal K League (Liga Korea) yang rasis terhadap pemain Asia Tenggara asal Thailand.
Atlit Thailand yang dimaksud ialah Sasalak Haiprakhon yang membela Jeonbuk Hyundai di K League.
Bahkan media korea Selatan Newsis juga mengulas adanya kontroversi serta diskriminasi rasis di dunia sepakbola Korea Selatan terhadap pemain Thailand.
Newsis mengulas rasisme yang dilakukan oleh pemain Ulsan Hyunday singgung soal warna kulit pemain Asia Tenggar sebagai lelucon.
Lebih lanjut dalam ulasan berita yang dimuat, para pemain yang bersikap rasis telah diberikan sanksi oleh Komite Penghargaan dan hukum Liga Sepakbola Profesional (KFA).
Tiga pemain Ulsan Hyunday diantaranya Park Yong-woo, Lee Myeong-jae dan Lee Kyu-seong yang kini kena sanksi tidak boleh tampil satu kali pertandingan dan denda 15 juta qon.
Sementara Klub Ulsan Hyunday juga dikenakan sanksi denda 30 juta Won.
Baca Juga: Bantah Partainya jadi Pengganggu Koalisi, Nurul Arifin: Semua Orang Mungkin Lihat Golkar Catchy
Sebetulnya ada banyak pemain Asia Tenggara yang merumput di K-League, seperti Asnawi Mangkualam asal Indonesia, Nguyen Van Toan pemain asal Vietnam, sampai dengan Kogileswaran Raj dari Malaysia.
Kasus rasisme ini turut dibenarkan oleh Asnawi jika di sepakbola Korea Selatan terjadi komentar rasis.
"Saya tidak pernah mengalami rasisme di Korea atau di K-League," kata Asnawi.
Hal ini turut disayangkan oleh bek timnas Indonesia dan mantan pemain PSM Makasar.
"Saya tidak tahu persis apa itu, tapi saya merasa kasihan dengan fakta bahwa ada komentar rasis di dalam K-League." kata Asnawi. (*)