SUARA SUMEDANG - Sumedang memiliki sejumlah situs cagar budaya yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Sumedang.
Lokasi ini merupakan bekas-bekas peninggalan pada masa penjajahan Belanda.
Seperti diketahui, jika dahulu Belanda memiliki kekuasaan di Jawa Barat dan meninggalkan bangunan-bangunan yang saat ini memiliki nilai sejarah.
Bangunan-bangunan ini memiliki beragam fungsi, ada yang dulunya digunakan sebagai tempat observasi, dan ada yang dibuat untuk pertahanan, tempat peristirahatan tentara bahkan sebagai gudang senjata.
Peninggalan bangunan Belanda itu, dewasa ini berubah menjadi objek wisata sejarah di Sumedang.
Berikut ini adalah tiga situs cagar budaya di Sumedang, yang bisa menjadi pilihan untuk destinasi wisata.
Kawasan ini terletak di Gunung Panjunan, Sumedang Selatan. Meski bernama Gunung Kunci, namun lokasi ini merupakan sebuah bukit kecil yang terletak tidak jauh dari Alun-alun Sumedang.
Lokasi Gunung Kunci ini tepat berada sekitar 250 meter, sebelah barat dari Alun-alun Sumedang.
Baca Juga: Video Gita Gunawan Viral TKW Taiwan, Link Bertebaran di Twitter dan TikTok, Awas Bahaya!
Objek wisata sejarah yang terdapat di Gunung Kunci, ialah sebuah benteng pertahanan yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1914 - 1917, dan juga disana terdapat adanya bunker.
Penyebutan Gunung Kunci pun tidak lepas dari cerita pembuatannya, yakni Belanda yang menyebut tempat pertahanan sebagai kunci pertahanan, serta pemberian simbol kunci saling silang saat akan memasuki kawasan ini.
![Benteng Palasari [Sumedang.go.id]](https://media.suara.com/suara-partners/sumedang/thumbs/1200x675/2023/08/01/1-pa.jpeg)
2. Benteng Palasari
Lokasi dari Benteng Palasari terletak di Gunung Palasari atau di Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan.
Di sana terdapat delapan bangunan benteng pertahanan pada masa penjajahan Belanda.
Bangunan yang berbentuk tembok tebal sekira 60cm, diperkirakan dibangun pada tahun 1913 - 1917.